- Pemilik kendaraan perlu memperhatikan kemudahan klaim, jaringan bengkel rekanan, dan cakupan perlindungan sebelum memilih asuransi.
- Oona Indonesia mencatat premi bruto gabungan sebesar Rp1,1 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026.
- Oona Indonesia memperkuat infrastruktur klaim digital dan menyederhanakan administrasi untuk mempercepat layanan bagi pemegang polis.
Suara.com - Memiliki kendaraan pribadi berarti perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin terjadi di perjalanan. Selain menjaga kondisi kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas, pemilik mobil maupun motor juga perlu memikirkan perlindungan jika sewaktu-waktu kendaraan mengalami kerusakan atau kecelakaan.
Namun, memilih asuransi kendaraan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besaran premi. Ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa agar pemegang polis tidak kesulitan ketika harus mengajukan klaim.
Berikut tiga hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum memilih asuransi kendaraan.
1. Kemudahan dan kecepatan proses klaim
Proses klaim menjadi salah satu aspek penting dalam memilih asuransi kendaraan. Pemilik kendaraan perlu mencari tahu bagaimana prosedur pengajuan klaim, dokumen yang dibutuhkan, hingga estimasi waktu penyelesaiannya.
Proses yang sederhana dan respons yang cepat akan membantu pemilik kendaraan ketika menghadapi situasi tidak terduga. Apalagi, kendaraan yang rusak bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengandalkannya untuk bekerja atau mobilitas keluarga.
2. Jaringan bengkel rekanan
Ketersediaan bengkel rekanan juga perlu diperhatikan. Pastikan perusahaan asuransi memiliki jaringan bengkel yang mudah dijangkau dari tempat tinggal atau lokasi aktivitas sehari-hari.
Selain lokasi, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui bagaimana mekanisme persetujuan perbaikan dan kualitas layanan bengkel tersebut. Jaringan bengkel yang memadai dapat membantu proses perbaikan berjalan lebih praktis.
3. Kejelasan manfaat dan cakupan perlindungan
Sebelum membeli polis, pahami jenis risiko yang ditanggung, pengecualian, besaran biaya risiko sendiri atau own risk, serta ketentuan lainnya. Jangan sampai pemilik kendaraan baru mengetahui adanya batasan perlindungan ketika mengajukan klaim.
Membandingkan manfaat dan ketentuan dari beberapa penyedia asuransi juga dapat membantu menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Layanan Klaim Mulai Diperkuat dengan Teknologi Digital
Seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan kendaraan, perusahaan asuransi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menyederhanakan layanan. Upaya ini antara lain dilakukan melalui penguatan infrastruktur klaim digital, penyederhanaan alur administrasi, hingga percepatan persetujuan perbaikan di bengkel mitra.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan layanan tersebut adalah PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk atau Oona Indonesia. Perusahaan ini menempati posisi ketujuh dalam industri asuransi kendaraan bermotor nasional berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk kuartal II 2026.
Pada sembilan bulan pertama 2026, perusahaan mencatat premi bruto gabungan atau gross written premium (GWP) sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 49,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pangsa pasar di segmen kendaraan bermotor juga naik dari 3,2 persen menjadi 3,8 persen.

President Director & CEO Oona Insurance Indonesia Vincent C. Soegianto mengatakan, perusahaan terus memperkuat infrastruktur klaim digital dan menyederhanakan proses operasional untuk mempercepat layanan kepada pemegang polis.
Menurut dia, upaya tersebut mencakup percepatan persetujuan perbaikan melalui bengkel mitra resmi serta penerapan pengendalian risiko yang ketat.
Dengan memahami manfaat, prosedur klaim, dan jaringan bengkel sebelum membeli polis, pemilik kendaraan dapat memilih perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Sebab, manfaat asuransi bukan hanya terasa saat membayar premi, tetapi terutama ketika perlindungan itu benar-benar dibutuhkan.