- Keluarga dapat mempersiapkan kesehatan, pendidikan, ibadah, dan warisan menggunakan prinsip keuangan syariah.
- Prinsip keuangan syariah mengedepankan nilai tolong-menolong, amanah, dan kebermanfaatan.
Suara.com - Mempersiapkan masa depan keluarga bukan hanya tentang menabung atau mengumpulkan aset. Ada berbagai kebutuhan yang perlu direncanakan sejak dini, mulai dari perlindungan kesehatan, pendidikan anak, hingga persiapan ibadah dan warisan untuk generasi berikutnya.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah perencanaan keuangan berbasis syariah. Selain memperhatikan kebutuhan perlindungan, pendekatan ini juga mengedepankan nilai tolong-menolong, amanah, dan kebermanfaatan.
Lantas, apa saja kebutuhan keluarga yang bisa mulai dipersiapkan melalui perencanaan keuangan syariah?
1. Perlindungan kesehatan untuk menghadapi kebutuhan medis
Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Biaya perawatan medis yang muncul sewaktu-waktu dapat memengaruhi kondisi keuangan, terutama jika belum memiliki persiapan perlindungan yang memadai.
Karena itu, keluarga dapat mulai mengevaluasi perlindungan kesehatan yang sudah dimiliki. Perhatikan manfaat yang tersedia, batas pertanggungan, serta kebutuhan anggota keluarga agar perlindungan yang dipilih sesuai dengan kondisi masing-masing.
Dalam asuransi syariah, semangat tolong-menolong menjadi salah satu nilai yang mendasari perlindungan antarpeserta. Prinsip ini dikenal dengan istilah ta’awun.
2. Pendidikan anak sebagai persiapan masa depan
Pendidikan anak membutuhkan perencanaan jangka panjang. Biayanya tidak hanya mencakup uang sekolah, tetapi juga berbagai kebutuhan pendukung yang dapat berubah seiring jenjang pendidikan.
Orang tua dapat mulai memperkirakan kebutuhan pendidikan berdasarkan usia anak, jenjang yang dituju, dan kemampuan keuangan keluarga. Dengan begitu, persiapan bisa dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu kebutuhan tersebut datang.
Perencanaan berbasis syariah juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan masa depan. Namun, penting untuk memahami manfaat, jangka waktu, dan ketentuan produk sebelum menentukan pilihan.
3. Persiapan ibadah dan rencana keuangan jangka panjang
Selain kebutuhan sehari-hari, keluarga juga memiliki berbagai tujuan finansial yang berkaitan dengan ibadah. Misalnya, mempersiapkan dana untuk perjalanan haji atau umrah.
Tujuan tersebut dapat dimasukkan ke dalam rencana keuangan jangka panjang dengan menentukan target dana, waktu persiapan, dan kemampuan menyisihkan dana secara berkala.
Dalam konteks ini, nilai berkah dapat menjadi salah satu landasan untuk memandang perencanaan keuangan bukan semata-mata tentang mengumpulkan harta, tetapi juga mempersiapkan manfaat yang ingin diwujudkan melalui pengelolaannya.
4. Membangun warisan kebaikan untuk generasi berikutnya
Dengan perencanaan yang matang, keluarga dapat mempersiapkan masa depan sekaligus membangun nilai kebaikan yang ingin diteruskan kepada generasi selanjutnya.
Berbagai kebutuhan tersebut menjadi bagian dari latar belakang hadirnya solusi perlindungan berbasis syariah di Indonesia. Salah satunya melalui PT AIA Syariah Insurance (AIA Syariah), entitas asuransi jiwa syariah yang telah beroperasi penuh sejak 1 November 2026.
Mengusung semangat “Hidupkan Kebaikan”, AIA Syariah menyediakan beberapa pilihan perlindungan, antara lain AIA Nura Care untuk perlindungan kesehatan, AIA Nura Protect untuk perlindungan jiwa dan penyakit kritis, serta AIA Nura Journey untuk perencanaan keuangan berbasis syariah.
Presiden Direktur AIA Syariah, Ruddy Martono, menyampaikan bahwa perusahaan berpegang pada nilai Ta’awun, Berkah, dan Amanah dalam menjalankan komitmennya.
“AIA Syariah berkomitmen untuk menjadi mitra pilihan utama untuk memberdayakan keluarga Indonesia modern dengan memenuhi kebutuhan perlindungan mereka melalui solusi berbasis Syariah, didukung oleh inovasi, keunggulan layanan, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan. Dengan berpegang pada nilai-nilai Ta’awun, Berkah dan Amanah, AIA Syariah akan tumbuh sebagai perusahaan yang kuat, juga menjadi perusahaan yang menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat Indonesia.”
Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, juga menekankan bahwa perlindungan memiliki makna lebih luas daripada sekadar produk asuransi.
“Kami percaya bahwa perlindungan bukan hanya tentang produk. Perlindungan adalah tentang memberi ketenangan pikiran, membantu keluarga tetap tangguh menghadapi ketidakpastian, dan menjalani hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik.”