LINIMASA - Biro Statistik Nasional China (NSB) melaporkan terjadinya penurunan penduduk di Negeri Tirai Bambu pada 2022.
NSB mencatat jumlah penduduk China pada 2022 hanya berjumlah 1,41 miliar dan menurun bila dibandingkan dengan tahun 2021. Penurunan jumlah penduduk tersebut berjumlah 850 ribu jiwa.
Lembaga statistik tersebut pun mengatakan target kelahiran di Cina berada di angka 6,77 per seribu orang. Sementara tingkat kematiannya mencapai 7,37 per seribu orang.
Berdasarkan angka di atas, disimpulkan bahwa tingkat kelahiran di China mengalami penurunan sebesar 0,6 per seribu orang.
Pada Januari 2023, NSB pun mengumumkan pertumbuhan negatif populasi di China sebagai fenomena pertama kali terjadi dalam 61 tahun terakhir.
Pejabat senior NSB, Wang Pingping mengatakan populasi China masih di angka 1,4 miliar dan masih memiliki pasar yang luas.
"China juga masih memiliki sumber daya tenaga erja yang sangat bersar karena jumlah penduduk usia kerja mencapai 900 juta jiwa," ucapnya.
Berbeda dengan China, India yang kemungkinan akan terus mengalami pertumbuhan penduduk. Populasi penduduk India diperkirakan mencapai 1,4 miliar jiwa pada April 2023, mendatnag.
Artinya, India kemungkinan akan menyalip China untuk rekor demografi.
Baca Juga: Kepincut Sosmed Lain, Jungkook BTS Hapus Akun Instagram
Namun, India belum bisa mengeluarkan data sensus terbarunya. Data sensus India dilakukan setiap 10 tahun sekali dan harusnya sensus terakhir dilakukan pada 2021, lalu.
Sayangnya, akibat diterjang pandemi, India terpaksa menunda sensus rutinan tersebut. Sensus itu meliputi pemutakhiran data ketenagakerjaan, perumahan, tingkat literasi, pola migrasi, dan tingkat kematian bayi.
Rachna Sharma, seorang anggota peneliti di Institut Nasional Kebijakan dan Keungan Publik, mengatakan sensus tersebut sangat vital. Pasalnya, data sensus menjadi salah satu acuan terkait perencanaan, pembuatan kebijakan ekonomi dan sosial di India.
"Tidak adanya data sensus yang mutakhir membuat estimasi (penelitian) berdasarka data yang sudah berumur satu dekade menghasilkan perkiraan jauh dari realita," ucap Sharma. (Sumber: Antara)