Sektor Ini Tahan Banting Diterjang Resesi, Apa Penyebabnya?

Suara Linimasa Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2023 | 08:00 WIB
Sektor Ini Tahan Banting Diterjang Resesi, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi investasi di sektor properti. Sektor ini disebut tahan banting diterjang resesi. ((Pixabay/Oleksandr Pidvalnyi))

LINIMASA - Resesi sudah di depan mata. Melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu indikator terjadinya resesi. 

Namun, bagaimana dengan daya beli masyarakat di sektor properti? Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fitrah Nur menyebut sektor properti tak akan terkena dampak resesi. 

Nur mengatakan, minat terhadap perumahan terus menggeliat meski pada 2020 lalu Indonesia diterpa badai Covid-19. Pandemi menjadi salah satu penyebab resesi. 

"Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 5 persen dan kalau dilihat sektor properti kondisi yang paling berat pun dimasa pandemi masih bertumbuh positif," kata Nur.

 Ia mengatakan properti menjadi salah satu sektor yang tahan banting dalam situasi atau kondisi apapun. Ditambah, ucap dia, anak muda generasi sekarang sudah banyak yang melek dan memulai investasi di sektor properti.

"Tentu hal ini memperlihatkan bahwa apapun kondisinya perumahan itu perlu. Apalagi sekarang definisi perumahan bukan lagi konvensional," ucapnya. 

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan salah satu bertahannya sektor properti di tengah resesi, yakni karena adanya program rumah subsidi yang diusung pemerintah. 

Program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah agar bisa memiliki tempat tinggal.

"Rumah bersubsidi dengan bantuan keuangan yang sangat luar biasa, tingkat suku bunga yang rendah, memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak," bebernya. 

Baca Juga: Ferarri Yakin Strategi Coach Shin Bawa Peluang Indonesia Menang di Turnamen Piala Asia U-20

Guna mendorong pemulihan sektor properti sebagai imbas pagebluk, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan relaksasi. 

Di antaranya dengan memberikan kelonggaran LTV/FTV, kebijakan rasio pembiayaan inklusif makropridensial (RPIM), kebijakan insentif makroprudensial, dan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI