LINIMASA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan usulan agar klub Liga 1 Indonesia memiliki aturan baru terkait pengurangan poin bagi klub yang berlaga di Liga 1 apabila suporternya mengalami ricuh.
Erick Thohir mengatakan bila aturan itu diterapkan, maka sanksi bukan hanya sekedar denda uang saja, melainkan ada pengurangan poin yang akan sangat dirasakan oleh suporter klub.
Dalam beberapa pertandingan terakhir Liga 1 2022/2023, suporter klub menyalakan suar di dalam stadion. Kasi tersebut pun dinilai menodai sebuah pertandingan sepak bola profesional.
Merujuk kepada peraturan FIFA yakni FIFA Stadium Safety and Security Regulations pasal 52 huruf C butir i serta peraturan PSSI yaitu Pasal 70 ayat 1 Kode Disiplin PSSI, maka menyalakan suar sudah termasuk kategori melanggar peraturan.
"Kalau ada problem lain seperti yang kemarin, maka kita kurangi poin saja. Supaya apa? klub dan suporter merasa punya tanggung jawab yang sama. Kan kalau klubnya kurang poin rugi, seperti kemarin Juventus karena masalah administrasi maka dikurangi 15 poin, karena ada administrasi yang disalah gunakan di mana ada sistem accounting pajak dan lain-lain," kata Erick pada konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Rabu kemarin.
"Artinya apa? Bisa kita melakukan sesuatu yang berbeda. Asal ada kesepakatan. Dan beberapa klub yang saya telepon pun tertarik. Biar punya tanggung jawab sama-sama. Pihak keamanan punya tanggung jawab, klub pun bertanggung jawab, sahabat suporter harus jadi kebanggaan," tambahnya.
Kekinian, denda yang berikan bagi klub yang ketahuan suporternya menyalakan flare alias suar di dalam stadion, maka dikenakan sanksi berupa denda Rp50 juta untuk satu kasus penyalaan suar, tapi bila banyak penonton yang menyalakan suar, maka denda akan dinaikkan menjadi Rp200 juta. (Antara)