LINIMASA - UFC bakal kembali menggelar laga perebutan gelar. Kali ini pemegang sabuk juara kelas bantam Aljamain Sterling akan disabung dengan Henry Cejudo di helatan UFC 288 yang berlangsung di Prudential Center, Newart, New Jersey, AS, pada Minggu (6/5/2023).
Cejudo mengaku optimis bisa membenamkan Sterling di pertarungan perebutan sabuk juara tersebut. Cejudo mencemooh Sterling yang dianggapnya tak layak memegang sabuk juara kelas bantam.
"Orang berpikir saya menganggap Aljamain enteng, tapi bagaimana mungkin saya menganggap remeh seseorang yang bisa berjalan bersama Academy Award seperti Aljamain Sterling," ucap Cejudo dalam konferensi pers yang dihelat UFC menjelang laga tersebut.
"Pukulan saya jauh lebih baik, teknik gulat saya jauh lebih baik, dan saya juga punya model rambut yang lebih bagus," lanjut Cejudo sambil mengusap rambutnya ke arah belakang.
Henry Cejudo menyandang sebagai mantan pemegang dua sabuk UFC yakni kelas terbang dan bantam. Namun, pada tiga tahun silam ia memutuskan pensiun dari oktagon.
Kini Cejudo kembali ke oktagon dan langsung memperebutkan sabuk juara kelas bantam yang kini dimiliki Aljamain Sterling.
Sterling sendiri merupakan petarung yang bisa dibilang sial di UFC. Ia berhasil menyarungkan gelar juara kelas bantam UFC setelah menang melalui diskualifikasi dari Petr Yan dalam UFC 259 pada Maret 2021 lalu.
Kala itu, Yan terpaksa harus melepas sabuk juara kelas bantam setelah melakukan tindakan ilegal dalam laga kontra Aljamain Sterling. Yan melancarkan sikuan kaki ke arah kepala Sterling saat masih dalam posisi ground.
Baca Juga: Jadwal UFC 288: Aljamain Sterling vs Henry Cejudo, Siapa Jagoan Kamu?
Namun media sosial riuh, karena Sterling dianggap berpura-pura mengalami cedera hingga wasit menghentikan pertandingan. Sterling pun dicap sebagai petarung yang memenangkan Piala Oscar karena pandai akting.
Pertarungan selanjutnya, Sterling kembali disabung dengan Petr Yan di UFC 273 selang setahun berikutnya. Namun pertarungan tersebut kembali menuai kontroversial karena banyak yang menilai Petr Yan yang seharusnya memenangkan pertarungan tersebut.
Kenyataannya Sterling lah yang menang melalui split decision alias kemenangan melalui penilaian tipis para juri.
Lanjut lagi ke pertarungan ketiga sekaligus terakhir Sterling dalam mempertahankan sabuk juara kelas bantam. Ia melawan TJ Dillashaw di UFC 280 pada Oktober 2022. Namun, lagi-lagi Sterling kembali seolah tak diakui masyarakat MMA.
TJ Dillashaw sedang dalam kondisi cedera pergelangan lengannya mengalami dislokasi. Alhasil, TJ Dillashaw bertarung menggunakan satu tangan dalam laga tersebut. Sterling pun menang TKO pada ronde ke dua.
Di dunia MMA, Cejudo yang semula dianggap sebelah mata oleh UFC, membuktikan kalau dirinya layak mendapat hormat. Cejudo berhasil menyarungkan sabuk juara kelas terbang setelah berhasil mengalahkan petarung paling berpengaruh di kelas terbang UFC Demetrious Johnson.