linimasa

Demokrat Kritik Jokowi Jangan Cawe-Cawe di Pilpres 2024, Kepala Negara bukan Petugas Partai

Suara Linimasa Suara.Com
Selasa, 30 Mei 2023 | 13:11 WIB
Demokrat Kritik Jokowi Jangan Cawe-Cawe di Pilpres 2024, Kepala Negara bukan Petugas Partai
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. ((Dok. Istimewa))

LINIMASA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi dinilai tidak pantas cawe-cawe atau ikut campur dalam Pemilu 2024 mendatang. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman

Benny meminta agar Jokowi bisa netral karena posisinya yang kini menjabat sebagai kepala negara

"Loh presiden itu kan kepala negara, bukan ketua umum partai juga. Kepala negara menurut kami sih harus netral yah, tidak boleh cawe-cawe," kata Benny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023) melansir Suara.com.

Menurutnya, saat seorang presiden melakukan cawe-cawe maka akan menjadi contoh tidak baik bagi bawahannya seperti Kapolri, Ketua MA, Ketua MK, Jaksa Agung, KPK, juga BIN. 

Benny mengatakan bukan tak mungkin aparatur negara akan mengikuti pucuk pimpinannya yakni presiden. Makanya, kata dia, kepala negara harus bersikap netral dan tidak campur tangan urusan pemilu ataupun Pilpres 2023. 

"Mau begitu semua? Apa semua begitu? Oleh sebab itu kami tetap punya pandangan presiden itu harus netral. Boleh lah dia punya dukungan karena dia adalah petugas partai tapi dia tidak boleh menggunakan aparatus negara, alat negara untuk merealisasikan apa yang dia maksudkan dengan kepentingan bangsa dan negara itu," katanya. 

Ia pun meminta agar Jokowi jangan sampai menggunakan aparatur negara sebagai alat untuk mewujudkan kepentingannya terkait cawe-cawe di Pilpres 2024 mendatang. 

"Jadi tidak boleh, menggunakan aparatus negara untuk mewujudkan kepentingannya, tidak boleh menggunakan aparatus negara untuk membatasi, menghalang-halangi dan menyingkirkan calon-calon presiden atau wakil presiden yang bukan pilihannya," tandasnya. 

Lebih pedas, Benny menyindir Jokowi dengan sebutan bukan petugas partai melainkan seorang presiden. Ia meminta Jokowi mampu menjaga iklim demokrasi dalam kalang politik yang sehat. 

Baca Juga: Dijodohkan dengan Ariel NOAH, Inara Rusli Jadi Salah Tingkah, Malu-Malu tapi Mau?

"Sebab dia adalah kepala negara, dia bukan kepala petugas partai," ucapnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI