LINIMASA - Pada hari Sabtu, tanggal 10 Juni 2023, sebuah video dengan judul "ISTRI PANJI TAK TERIMA PANJI DI SERET DENSUS 88 KE BARESKRIM !!" diunggah di kanal YouTube META BERITA menggemparkan publik.
Video tersebut menyebutkan bahwa Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, ditangkap oleh Densus 88, yang kemudian membuat sang istri tidak terima.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut, informasi tersebut terbukti sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar yang kuat.
Linimasa Suara telah melakukan cek fakta terhadap klaim tersebut guna memastikan kebenarannya.
Melalui penelusuran yang cermat, kami menemukan bahwa klaim mengenai penangkapan Panji Gumilang oleh Densus 88 tidak memiliki kebenaran yang meyakinkan.
Selama video berlangsung, tidak ada informasi kredibel yang menyatakan bahwa pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun ditangkap oleh Densus 88.
Selain itu, kami juga menganalisis foto pada bagian sampul video yang menunjukkan Panji Gumilang sedang digelandang oleh Densus 88.
Setelah melakukan pemeriksaan mendetail, kami menemukan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa atau manipulasi gambar.
Hal ini menguatkan dugaan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah palsu.
Baca Juga: Bakal Bantu Jusuf Hamka Tagih Utang Rp 800 Miliar ke Kemenkeu, Mahfud MD: Gampanglah
Kesimpulan
Berdasarkan temuan dan penjelasan di atas, Linimasa Suara dapat dengan tegas menyimpulkan bahwa informasi yang menyatakan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun ditangkap oleh Densus 88 adalah hoaks atau berita palsu.
Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti yang meyakinkan dan merupakan upaya untuk mempengaruhi opini publik dengan cara yang tidak benar alias HOAX.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].