Video tersebut jelas mengacu pada peristiwa yang terjadi pada Oktober 2020 di Semarang, bukan demo penutupan pesantren Al Zaytun.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh oleh klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti ini.
Penting untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya dan menyebarkannya kepada orang lain.
Dalam era informasi yang semakin cepat dan luas, penting bagi kita semua untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, kita dapat mencegah penyebaran berita palsu yang dapat merugikan individu maupun masyarakat secara keseluruhan.