LINIMASA - Ketum PSSI, Erick Thohir dikabarkan telah mendapatkan kabar gembira setelah laga FIFA Matchday Indonesia kontra Argentina.
Meskipun Indonesia kalah dari Argentina 0-2, akan tetapi hal itu menjadi keuntungan bagi PSSI. Lantawan awalnya banyak yang tidak menyangka kalau Indonesia hanya kebobolan 2 saja.
Sontak hal tersebut menjadi sorotan banyak negara, lantaran Timnas Indonesia dapat membuktikannya di mata dunia. Terutama, aksi Asnawi Mangkualam yang dapat mematahkan serangan Garnacho di sisi kiri.
Teranyar, dikabarkan hak siar sepak bola Indonesia dibeli 37 negara hingga meraup untung 7 triliun.
Klaim tersebut terdapat dalam unggahan kanal YouTube PUJA SELEB TV pada Rabu (21/6/2023).
"BERKAT ERICK THOHIR HAK SIAR DIBELI 37 NEGARA UNTUNG 7 TRILIUN ASNAWI DI INCAR EROPA," tulis judul video.
Sementara itu, keterangan thumbnail video tersebut berbunyi "HAK SIAR DIBELI 37 NEGARA UNTUNG 7 T. FIFA TUNJUK IDN MASUK PIALA DUNIA. ASNAWI DIINCAR NEGARA EROPA,".
Lantas, bagaimana kebenaran klaim video tersebut?
Setelah ditelusuri, tim cek fakta Linimasa Suara tidak mendapati bukti valid atas informasi atau klaim tersebut.
Dalam video tersebut, narator hanya menjelaskan terkait Erick Thohir yang bangga bahwa Timnas Indonesia mampu bermain saat melawan Argentina.
Tidak ada satupun penjelasan terkait 37 negara yang akan membeli hak siar sepak bola Indonesia. Sehingga video ini menimbulkan kekeliruan bagi penonton.
Potret Erick Thohir dan presiden FIFA pada thumbnail semata-mata hasil editan, guna memancing penonton untuk melihat tayangan video tersebut.
Artinya, antara judul, isi video, beserta keterangan thumbnail sangat bertolak belakang dan memberikan informasi kebohongan.
Hingga kini, video berdurasi 10 menit 2 detik itu telah ditonton sebanyak 600 ribu kali tayangan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut bekas Erick Thohir, hak siar dibeli 37 negara hingga untuk 7 triliun merupakan informasi hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].