LINIMASA - Kejutan terjadi dari panggung mix martial art (MMA), di ajang UFC 292 yang mempertemukan Sean O'Malley vs Aljamain Sterling dalam perebutan sabuk juara kelas bantam.
Suga Sean O'Malley datang sebagai penantang yang berusaha merebut tahta juara kelas Bantam dari Aljo--sapaan Sterling di TD Garden, Boston, Amerika Serikat, Minggu (20/8/2023).
Meski tidak diunggulkan, O'Malley nyatanya berhasil mengalahkan Aljo via TKO pada ronde dua. Pukulan Suga mengingatkan kita pada pertarungan ikonik Conor McGregor vs Jose Aldo, di mana counter punch yang dilayangkan Conor sangat mirip dengan hook yang didaratkan Suga kepada Aljo.
"Sejujurnya, saya merasakan gugup dan ini pertama kali saya merasakan hal itu dalam sebuah duel. Di benak saya, Aljo merupakan petarung terbaik sepanjang masa di kelas bantam," kata Suga setelah pertarungan usai.
Kegugupan O'Malley tampak terlihat sejak sesi konferensi pers petarung jelang laga. Ia tampak tak banyak berkata-kata atau memuntahkan trash talk. Sebaliknya, Ajo sangat percaya diri dan terus melemparkan trash talk dalam sesi jumpa pers, bahkan Aljo menyebut Suga sebagai anak nakal manja Dana White.
Namun, kata dia, meski gugup, tapi petarung jebolan Dana White Contender Series (DWCS) season pertama itu tidak kehilangan kepercayaan diri dalam laga tersebut. Ia bertarung penuh taktik dan strategi hingga sukses mengalahkan Aljo.
"Saya sedikit gugup dalam laga ini, tetapi saya tidak pernah kehilangan kepercayaan diri karena saya tahu apa yang saya punya di tangan kanan ini," ucap Suga sambil berteriak yang langsung disambut sorak sorai penonton.
Pertandingan tersebut berjalan sengit pada ronde pertama. Aljo tampak mulai menerjang masuk mencari celah untuk bisa menembakkan take down, tapi Suga tampak berhasil mengatasi hal tersebut dengan teknik gerakan kaki dan terus mengitari oktagon.
Hal tersebut membuat Aljo kesulitan untuk menembakkan take down. Ia berupaya menembakkan take down sebanyak dua kali tapi berhasil diantisipasi oleh Suga Sean O'Malley.
Baca Juga: Francisco Bagnaia Beberkan Kunci Kemenangan di MotoGP Austria
Aljo pun memutuskan melancarkan tendangan calf dengan harapan akan membuat Suga kehilangan fokus dan melakukan kesalahan. Sementara Suga mencoba membalas tendangan Aljo dengan tendangan lurus ke arah badan Aljo.
Ronde pertama pun berakhir dengan kedua petarung sama-sama kuat. Aljo tampak memenangkan tipis ronde pertama.
Memasuki ronde kedua, Aljo lebih banyak berinisiatif untuk mendominasi jalannya pertandingan. Sementara Suga lebih kalem dan sabar menunggu kesalahan yang dilakukan Aljo.
Suga bertarung mengandalkan jarak pukul, dan berharap Aljo melakukan kesalahan dengan masuk ke dalam perangkap yang disiapkan Suga.
Benar saja, Aljo terpancing untuk melakukan pukulan dengan melangkahkan kaki ke depan hingga membuat rahangnya terbuka lebar. Suga pun melancarkan counter punch yang tepat mengarah ke dagu Aljo hingga membuatnya tersungkur.
Suga lantas menghabisi Aljo dengan hammer fist, dan sisanya adalah sejarah.