Mengenal Stockholm Syndrome: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

Suara Linimasa | Suara.com

Sabtu, 26 Agustus 2023 | 13:11 WIB
Mengenal Stockholm Syndrome: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya
Ilustrasi seseorang mengalami sindrom stockholm (Unsplash.com )

LINIMASA - Akhir-akhir ini, istilah stockholm syndrome tengah ramai dibicarakan setelah disinggung dengan kabar politik mengenai dukungan yang diberikan oleh aktivis 1998, Budiman Sujatmiko kepada Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024. 

Dukungan Budiman kepada Prabowo dituding sebagai fenomena gangguan mental sindrom stockholm, meski Budiman sudah membantah tudingan itu.Lantas apa sih sebenarnya stockholm syndrome? 

Melansir Halodoc, sindrom Stockholm adalah fenomena psikologis yang melibatkan perkembangan perasaan positif terhadap pelaku kekerasan atau penculik oleh korban yang telah mengalami situasi traumatis. 

Meskipun sering kali dikaitkan dengan situasi penculikan, sindrom ini juga bisa muncul dalam konteks pelecehan anak, hubungan toksik, perdagangan seks, dan bahkan pembinaan olahraga. 

Penyebab Stockholm Syndrome

Para peneliti belum sepenuhnya memahami penyebab pasti mengapa Sindrom Stockholm terjadi pada beberapa individu. Dalam beberapa teori, dipercayai bahwa hal ini bisa menjadi mekanisme koping evolusioner dari nenek moyang kita. 

Dalam situasi traumatis, korban mungkin menciptakan ikatan emosional dengan pelaku untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.

Teori lain menggambarkan bahwa dalam situasi yang penuh emosi dan traumatis, korban dapat mengalami dorongan untuk menyesuaikan perasaan mereka dengan pelaku sebagai cara untuk menjaga keselamatan. 

Perasaan bersyukur karena tidak disakiti oleh pelaku dapat menyebabkan pengembangan simpati terhadapnya.

Faktor Risiko yang Memengaruhi

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami Sindrom Stockholm meliputi:

Hubungan Toxic: Korban yang terlibat dalam hubungan toksik, seperti pelecehan fisik, emosional, atau seksual, dapat mengembangkan perasaan positif terhadap pelaku sebagai mekanisme untuk melindungi diri.

Pelecehan Anak: Ancaman dan kekerasan dalam kasus pelecehan anak dapat menyebabkan korban mengembangkan perasaan positif terhadap pelaku sebagai cara untuk bertahan hidup.

Perdagangan Seks: Korban perdagangan seks seringkali bergantung pada pelaku untuk kebutuhan dasar mereka. Ketergantungan ini dapat menyebabkan korban mengembangkan perasaan positif sebagai bentuk perlindungan.

Pembinaan Olahraga: Dalam beberapa kasus, hubungan antara pelatih dan atlet dalam olahraga dapat berkembang menjadi bentuk Sindrom Stockholm, di mana atlet mungkin merasa perlu untuk menganggap perilaku keras pelatih sebagai sesuatu yang menguntungkan bagi perkembangan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Budiman Sujatmiko Tepis Dukungan ke Prabowo karena Idap Stockholm Syndrome

Budiman Sujatmiko Tepis Dukungan ke Prabowo karena Idap Stockholm Syndrome

| Jum'at, 25 Agustus 2023 | 11:09 WIB

Opsi Budiman Sujatmiko Jika Dipecat PDIP, Menjomblo hingga Gabung PSI atau Gerindra

Opsi Budiman Sujatmiko Jika Dipecat PDIP, Menjomblo hingga Gabung PSI atau Gerindra

| Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:00 WIB

Prabowo Bajak Budiman Sujatmiko, PDIP Sebut Gerindra Pakai Politik Adu Domba

Prabowo Bajak Budiman Sujatmiko, PDIP Sebut Gerindra Pakai Politik Adu Domba

| Senin, 21 Agustus 2023 | 11:36 WIB

Terkini

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Terpopuler: Harga HP Samsung 2026 Mulai Rp1 Jutaan, Fitur Cerdas untuk Gen Z di Redmi 15

Terpopuler: Harga HP Samsung 2026 Mulai Rp1 Jutaan, Fitur Cerdas untuk Gen Z di Redmi 15

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:41 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Stop! Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal Ini Saat Ziarah Kubur Menurut Ajaran Islam

Stop! Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal Ini Saat Ziarah Kubur Menurut Ajaran Islam

Sulsel | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:35 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan

Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:31 WIB

Puasa 6 Hari Setelah Ramadan Bikin Amalan Anda Setara Puasa Setahun Penuh, Ini Caranya!

Puasa 6 Hari Setelah Ramadan Bikin Amalan Anda Setara Puasa Setahun Penuh, Ini Caranya!

Sulsel | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:20 WIB

8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran

8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:19 WIB

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 23:30 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB