linimasa

Perbedaan Crypto Airdrop dan Hard Fork dalam Aset Kripto

Suara Linimasa Suara.Com
Senin, 04 September 2023 | 20:03 WIB
Perbedaan Crypto Airdrop dan Hard Fork dalam Aset Kripto
Ilustrasi Kripto. (Istimewa)

LINIMASA - Dunia cryptocurrency terus berkembang dengan dinamika yang unik, termasuk istilah-istilah seperti pemisahan (hard fork) dan penyebaran aset secara tiba-tiba (crypto airdrop). 

Airdrop sekilas mirip dengan istilah giveaway atau pemberian hadiah cuma-cuma. Namun, giveaway tersebut biasanya berbentuk penyebaran aset kripto secara tiba-tiba dari sebuah entitas perusahaan kripto agar token kripto bersangkutan bisa dikenal banyak orang.

Untuk mengetahui lebih dalam terkait Airdrop dan Hard Fork, yuk simak penjelasan selengkapnya sebagaimana melansir laman Blockchain Media. 

Crypto Airdrop

Crypto airdrop terjadi saat suatu mata uang digital baru secara tiba-tiba dikirimkan ke dompet para pemegang mata uang asli, seperti Bitcoin atau Ethereum. Penyebaran aset ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tawaran pengembang atau hadiah dari acara seperti Initial Coin Offering (ICO). 

Namun, penting untuk diingat bahwa airdrop cenderung tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada pemegang mata uang asli.

Walaupun pemegang mata uang asli mungkin terkejut dengan penambahan mata uang baru dalam dompet mereka, perlu diingat bahwa airdrop ini bertujuan untuk memperkenalkan mata uang baru kepada komunitas. 

Namun, ada juga kritik terhadap airdrop, karena terlalu banyak penambahan mata uang baru dapat mengakibatkan kelebihan token di pasar, yang berpotensi memengaruhi harga dan kelangsungan mata uang baru tersebut.

Hard Fork

Baca Juga: Denny Sumargo Simpan Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilakukan Verny Hasan

Hard fork terjadi ketika blockchain suatu mata uang digital mengalami pemisahan permanen, menghasilkan dua jalur yang berbeda. Proses ini umumnya dilakukan oleh pengembang dan kadang melibatkan komunitas pengguna serta penambang cryptocurrency. 

Pemisahan ini terjadi ketika perubahan pada kode dasar blockchain menciptakan versi baru yang berbeda dari mata uang tersebut.

Contoh paling terkenal adalah hard fork Bitcoin yang menghasilkan Bitcoin Cash. Dalam pemisahan semacam ini, pemegang mata uang asli (contohnya Bitcoin) biasanya diberikan jumlah token baru (contohnya Bitcoin Cash) dalam jumlah yang setara dengan jumlah mata uang yang mereka pegang.

Perbedaan 

Perbedaan antara crypto airdrop dan hard fork terletak pada tujuan dan hasilnya. Pemisahan menciptakan dua mata uang digital yang berbeda dengan fitur dan karakteristik yang mungkin berbeda. 

Sementara airdrop hanya mendistribusikan mata uang baru kepada pemegang mata uang asli tanpa mengubah blockchain yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI