LINIMASA - Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, baru-baru ini mengungkapkan cerita menarik di balik penulisan surat tangan yang menjadi pembicaraan di berbagai kalangan.
Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan meminta AHY sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Anies menjelaskan detail peristiwa ini dalam wawancara eksklusif dalam acara Mata Najwa yang diselenggarakan pada Senin (4/9/2023) malam. Awal mula cerita ini dimulai ketika salah satu utusan Anies di Tim 8 Koalisi Perubahan mendatanginya.
Utusan tersebut memberi tahu Anies bahwa Partai Demokrat berencana menarik utusan mereka dari tim tersebut. Alasan di balik keputusan ini adalah karena tugas yang telah diberikan kepada utusan Demokrat di Tim 8 tidak terlaksana dengan baik.
"Utusan saya di Tim 8 datang dan menyampaikan bahwa ‘Pak Anies ini utusan dari Demokrat mungkin akan ditarik. Kenapa? Karena tugas yang diembankan kepada mereka tidak terlaksana’,” ujar Anies dikutip Selasa (5/9/2023).
Menyikapi situasi tersebut, Anies bertanya kepada utusannya tentang langkah apa yang seharusnya diambil dalam mengatasi masalah ini. Utusan Demokrat saat itu mengusulkan agar Anies membuat pernyataan tertulis yang menyatakan AHY adalah salah satu opsi sebagai bakal cawapres dari koalisi yang dipimpin oleh Anies.
“Mereka meminta bahwa benar Anies menyampaikan pilihan yang ada adalah AHY dan itu sudah saya katakan kepada NasDem sejak Juni, kepada PKS sejak Juni, kepada Demokrat juga. Tapi mereka bilang tidak mungkin mendatangkan saya, jadi mereka minta ada sesuatu yang tertulis, yang bisa ditunjukkan,” katanya.
Anies mengatakan AHY sebenarnya telah diajukan kepada para petinggi partai di Koalisi Perubahan sejak bulan Juni 2023. Anies telah menyampaikan pilihan ini kepada Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun, para petinggi partai tersebut merasa sulit untuk mendatangkan Anies secara langsung, sehingga mereka meminta ada bukti tertulis yang dapat dipertimbangkan.
Baca Juga: Sule Beri Restu Hubungan Nathalie dan Ilham: Semoga Benar...
Anies menceritakan bahwa surat tangan tersebut ditulis secara spontan di atas selembar kertas.
“Jadi saya tulis, kalau itu dipersiapkan, pasti kita disiapkan diketik yang rapi, sebagai surat resmi. Udah saya tulis ini, sekadar ini diberikan kepada utusan Demokrat, dan janjinya ini untuk mengatakan bahwa ini benar loh kata Pak Anies, caranya dengan tulisan,” ucapnya.
Surat tersebut dimaksudkan untuk diberikan kepada AHY. Setelah dibaca oleh AHY, surat tersebut akan disimpan oleh utusan Anies di Tim 8, yaitu Sudirman Said. Begitu pula jika ada balasan dari AHY, maka surat tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara keduanya.
“Janji ditunjukkan kepada Pak AHY, dibaca, sesudah itu dibawa lagi, dan disimpan oleh Pak Sudirman, dan bila ada tulisan balasan dari Pak AHY, maka itu pun hanya saya baca dan dititipkan lagi ke Pak Sudirman,” katanya.
Menurutnya, surat tersebut bukan dimaksudkan untuk diketahui publik ataupun dipertontonkan kepada khalayak. Alhasil, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku heran ketika ada foto surat it tersebar di ranah publik.
“Jadi ini bukan sebuah surat yang untuk dipertontonkan. Kenapa? Karena ini untuk menyampaikan yang dikerjakan oleh utusan Demokrat sudah dilaksanakan dan ini memang benar. Jadi saya menulis kemudian, untuk menyampaikan harapan apakah berkenan untuk jadi pendamping," katanya.