LINIMASA - Rocky Gerung menjadi perbincangan hangat publik setelah ucapan makiannya terhadap Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dengan kata kasar berupa bajingan tolol.
Pemberitaan tentang pengamat politik tersebut sempat ramai mengisi lini masa jagat maya. Terkini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengomentari terkait ucapan Rocky Gerung tersebut.
Menurutnya, Rocky Gerung kala itu tentu salah memilih diksi kata berupa lontaran makian 'bajingan tolol' yang akhirnya menimbulkan perdebatan.
Fadly Zon mengaku kalau Rocky Gerung memang merupakan sosok yang kerap memancing keributan publik.
"Mungkin kalau kemarin dilihat terjadi kehebohan, ya mungkin diksinya Rocky Gerung kan ya biasa, dia kan memang memancing pikiran-pikiran kita supaya orang syok," ujar Fadli Zon dikutip dari tayangan kanal YouTube METRO TV pada Senin (18/9/2023).
Meski begitu, Fadly Zon menganggap jika Rocky Gerung salah satu bagian penting bagi sistem demokrasi Indonesia.
"Rocky Gerung itu menurut saya elemen penting di dalam demokrasi kita. Harus ada yang mengkritik begitu," ujar Fadli Zon.
Nama Rocky Gerung tiba-tiba menjadi lebih sering didengar karena pemberitaan tentang dirinya ramai di jagat maya. Ia mengkritik kebijakan Jokowi terkait IKN dan Omnibuslaw.
"Tidak ada yang peduli nanti. Tapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia hanya memikirkan nasibnya sendiri," ujar Rocky Gerung dikutip pada Senin (31/7/2023).
Baca Juga: Mahasiswa UI Tanya tentang Petugas Partai dan Boneka Megawati, Ganjar Pranowo: Aku Bicara Itu Next
"Dia menawarkan IKN, mondar-mandir ke koalisi, untuk mencari kejelasan nasibnya, dia mikirin nasibnya bukan nasib kita, itu bajingan yang tolol, sekaligus bajingan pengecut," tandasnya.