LINIMASA - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares angkat tangan alias ogah ikut campur terkait masalah yang terjadi antara manajemen PSM Makassar dan pemainnya, Wiljan Pluim.
Kabar tak sedap datang dari skuad berjulukan Juku Eja, di mana Wiljan Pluim yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 musim lalu justru bernasib nahas setelah secara mengejutkan didepak PSM Makassar.
"Pluim sudah tua. Tidak bisa lari padahal dia center forward. Dia berada di tengah, tidak bisa lari," ujar Founder Bosowa Corps, sponsor utama PSM Makassar Aksa Mahmud, Minggu (8/10/2023), melansir Suara Sulsel.
Namun, Bernardo Tavares mengaku enggan berkomentar lebih jauh terkait polemik tersebut. Ia mengaku tak bisa ikut campur dengan keputusan yang diambil manajemen terkait pemecatan Pluim.
"Saya hanya pelatih dari tim ini. Saya bukan direktur atau CEO dari tim ini," kata Tavares kepada awak media usai laga melawan Madura United.
"Tugas saya untuk mengembangkan pemain-pemain. Jadi, soal pernyataan tersebut saya tidak bisa berbicara banyak," tambahnya.
Wiljan Pluim memang menjadi salah satu pemain yang berjasa besar terhadap kebangkitan PSM di kancah sepak bola Tanah Air. PSM nyaris terdegradasi pada musim 2021/2022, tapi selamat berkat kekompakan Pluim dan kolega.
Musim berikutnya, secara mengejutkan, Juku Eja berhasil merengkuh juara Liga 1 musim 2022/2023. Pluim pun didaulat sebagai pemain terbaik pada musim tersebut.
Pemain asal Belanda tersebut tampak menghilang dari skuad PSM sudah sejak tujuh pekan lalu. Namun, manajemen PSM hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah itu.
Baca Juga: Janji Wiljan Pluim Siap Gantung Sepatu setelah Tak Perkuat PSM Makassar
Faktanya, tanpa kehadiran Pluim di lini tengah PSM, seolah skuad Juku Eja kehilangan magisnya untuk memenangkan laga di Liga1 musim ini. PSM selalu menelan kekalahan dari lawan-lawannya saat tak diperkuat Pluim.