Tengah menjalankan ibadah umrah, budayawan Sudjiwo Tejo membagikan video yang memperlihatkan momen ketika payung Masjid Nabawi, Madina mekar secara perlahan usai Subuh. Meski begitu, Sudjiwo Tejo mengaku tak begitu suka dengan konsep ibadah yang seakan diisi dengan bersenang-senang sendiri.
Dalam unggahannya di Instagram, penulis berjulukan President Jancukers ini menceritakan, ibadah umrah yang sedang ia jalani ini awalnya disuruh oleh pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Az Zuhri Semarang, Gus Lukman Hakim.
Tak hanya menyuruh, Gus Lukman juga memberikan biaya umrah untuk Sudjiwo Tejo. Bantuan itu didapat Sudjiwo Tejo enam tahun lalu, dan ia pun sempat harus mengutak-atik agendanya supaya bisa mengikuti amanah Gus Lukman.
"Jadi, sekitar 6 bulan lalu Paspampres #Pusat #Jancukers @purpalart menyampaikan surat dari beliau .. tapi kok tebal banget .. aku buka.. isinya amanah agar aku #umroh plus ya duit itu.. heuheuheu.." tulis Sudjiwo Tejo.
"Padahal Jadwal ud terlanjur isi semua sampai jelang #Natal .. @purpalart mengutak-atik jadwal itu, geser ini geser itu…akhirnya baru bisa #ngegas pekan ini (Sebenarya surat dan isinya itu sangat pribadi.. tapi tanpa izin beliau kubuka buat publik aja biar aku bisa share ttg apa itu ibadah bagiku)," imbuh dia.
Sudjiwo Tejo kemudian memberikan opininya soal ibadah. Ia mengaku tak begitu sepakat dengan konsep ibadah yang seakan diisi dengan bersenang-senang sendiri karena baginya, ibadah adalah bekerja dan membahagiakan sesama.
"Mohon maaf.. sekadar diskusi …sebenarnya aku “kurang sreg” pada jenis ibadah model yg “buat seneng2 sendiri” ini. Bagi aku ibadah itu ya bekerja.. bekerja.. bekerja .. berkarya .. untuk membahagiakan sesama …" ungkap Sudjiwo Tejo.
Menyinggung prinsip Semar, Sudjiwo Tejo berandai-andai jika uang untuk umrah dikumpulkan untuk membantu sesama, tetapi nyatanya, ia sendiri mengaku sedang bersenang-senang di Arab Saudi.
"Sujud tertinggi adalah membahagiakan sesama.. seperti prinsip #Semar ..Duit buat #Umroh begini kalau untuk seluruh Nusantara dikumpulin buat membangun lapangan kerja … dll ..Wuaaaah …bayangkan di tengah2 banyak orang susah di #TanahAir aku malah seneng2 sendiri ke #Arab .." terang Sudjiwo Tejo.
Baca Juga: Soal Mayat Hidup Lagi, Direktur RSUD Kota Bogor: Salah Besar
Dengan guyon ciri khasnya, seniman 60 tahun itu pun berharap, karena umrahnya disuruh Gus Lukman, maka dosanya akan ditanggung Gus Lukman. Namun sebaliknya, jika mendapat pahala, Sudjiwo Tejo mau dapat bagian 90 persen.
"Untung #umroh -ku ini karena disuruh Gus Lukman.. bila aku berdosa krn seneng2 sendiri di tengah bangsa yg lagi susah.. biar #dosa -ku ditanggung Gus Lukman … heuheuheu
Tapi, bila aku dpt #pahala krn toh bangsa yang susah itu sudah diurus okeh zakat (andai zakat benar2 ada dan ud jalan dan gak di- #korupsi ) dll .. mudah2an pahala #Umroh ini dibagi dua antara Guse ma aku .. Guse 10 % sisanya buatkyuuuuu …heuheuheu.." guraunya, turut menyinggung soal korupsi.