Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?

Achmad Fauzi

Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:48 WIB
IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
Beberapa saham dengan fundamental kuat bisa menjadi pilihan ketika IHSG ambruk akibat pembekuan indeks oleh MSCI Inc. [Antara]
baca 10 detik
  • Penundaan penilaian MSCI mengakibatkan pasar modal Indonesia tertekan, menyebabkan investor asing menarik dana dan IHSG anjlok.
  • Investor disarankan memilih saham fundamental kuat yang ditandai pertumbuhan laba serta arus kas sehat untuk investasi jangka panjang.
  • Kondisi pasar yang koreksi ini diperkirakan sementara, dengan potensi *rebound* saham setelah ada klarifikasi regulator, mirip India.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah rungkad dihantam penundaan penilaian MSCI.Inc. Kabar tersebut membuat investor asing menjadi waswas dan membawa kabur dananya dari pasar saham Indonesia.

Kondisi ini membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok. Alhasil, saham-saham emiten ikut menukik tajam. Situasi tersebut juga membuat investor domestik merana akibat turunnya nilai saham-saham unggulan. Terutama saham-saham emiten milik konglomerat, seperti Prajogo Pangestu, Grup Bakrie, dan Grup Salim, yang kompak merah massal.

Atas kondisi ini, investor perlu lebih berhati-hati dalam membidik saham untuk investasi. Jangan sampai salah strategi, yang harapannya cuan justru berujung zonk dan membuat kantong menipis.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya mengemukakan bahwa dalam kondisi seperti ini, saham-saham dengan fundamental kinerja yang kuat menjadi pilihan utama.

"Based on fundamental, lebih ke arah long term," ujar Fanny seperti dikutip dalam Morning Investview, Kamis (5/2/2026).

Apa Itu Saham dengan Fundamental Kuat?

Saham dengan fundamental kuat dapat dilihat dari kinerja keuangan emiten itu sendiri, mulai dari pendapatan hingga laba bersih yang terus meningkat.

Dalam kondisi pasar yang gonjang-ganjing seperti saat ini, jika kinerja keuangan tetap tumbuh, maka dapat dikatakan fundamental emiten tersebut sangat kuat.

Selain itu, fundamental yang solid juga tercermin dari arus kas. Jika emiten mampu membiayai kegiatan operasionalnya sendiri tanpa harus menerbitkan obligasi atau menambah utang bank, hal ini menandakan fondasi keuangan yang sehat.

baca juga

Kesehatan keuangan juga dapat dilihat dari rasio utang yang terkendali, di mana emiten tetap mampu membayar bunga dan pokok utang meski pasar saham bergejolak.

Yang tak kalah penting, investor perlu memperhatikan valuasi atau kewajaran harga saham. Valuasi wajar dapat dihitung melalui rasio keuangan, seperti Price to Earnings Ratio (PER), yang membandingkan harga saham per lembar dengan laba bersih per saham.

Melalui PER, investor dapat menilai apakah suatu saham tergolong murah atau mahal, sekaligus memperkirakan ekspektasi pertumbuhan laba di masa depan.

Rekomendasi saham yang layak dilirik di tengah kondisi IHSG yang ambruk. [Suara.com/Rohmat]
Rekomendasi saham yang layak dilirik di tengah kondisi IHSG yang ambruk. [Suara.com/Rohmat]

Saham-saham Potensial

Fanny mengungkapkan kondisi IHSG saat ini mirip dengan indeks saham sejumlah negara lain yang sempat anjlok setelah kabar MSCI, seperti Yordania, Maroko, Argentina, Pakistan, dan India.

Namun demikian, ia menilai kondisi ini bersifat sementara dan berpotensi berbalik menguat setelah ada perbaikan dari sisi operator maupun regulator.

"Situasi Indonesia agak mirip dengan India, di mana saat MSCI memberikan penilaian, sahamnya sempat turun karena ada delay. Tapi penurunannya hanya beberapa bulan, kemudian naik lagi dan sudah recovery setelah adanya klarifikasi," ucapnya.

"Jadi mudah-mudahan dengan klarifikasi yang dilakukan regulator kemarin, tidak membutuhkan waktu panjang untuk kembali rebound. Seperti di Argentina, Maroko, dan Pakistan yang sebelumnya terkoreksi, dalam beberapa bulan bisa rebound lagi. Mungkin menjelang Lebaran mulai akan membaik," sambung Fanny.

Hal senada juga disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji. Ia menilai secara historis IHSG berpeluang bergerak positif pada periode Februari hingga Juli 2026.

"Bila mengacu pada optimisme, performa positif IHSG diperkirakan terjadi mulai Februari hingga Juli 2026 berdasarkan rata-rata 25 tahun terakhir, dengan memanfaatkan momentum Imlek, Ramadan, maupun Lebaran," katanya.

Adapun berikut daftar saham potensial yang dapat menjadi top picks di tengah kondisi pasar yang masih galau:

BBCA, TLKM, ASII, HMSP, SILO, UNVR, JPFA, INTP, AADI, UNTR, ANTM, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, BRMS, EMAS, INCO, INDF, MDKA, SILO, TLKM, dan ULTJ.

Disclaimer: Perlu diingat, artikel ini dibuat semata-mata sebagai bahan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk berinvestasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating

IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:14 WIB

BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026

BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:52 WIB

Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif

Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 21:05 WIB

BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO

BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:59 WIB

Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung

Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB