Kembali kerap muncul di sejumlah acara, beberapa waktu belakangan nama Pinkan Mambo kembali ramai disorot oleh publik.
Secara blak-blakan Pinkan Mambo menceritakan kisah panjang kehidupannya di masa lalu yang tergolong sulit dan membuat banyak orang prihatin.
Gaya hidup masa lalu yang dijalaninya membuat sosok Pinkan Mambo sempat berada di posisi serba sulit.
Dalam salah satu acara podcast, Pinkan Mambo bahkan mengatakan bahwa anak-anak dan dirinya sempat menjalani gaya hidup menyantap beras dengan terasi untuk makanan sehari-hari.
Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, Hal tersebut terungkap ketika ia menjadi bintang tamu di podcast milik Sonny Septian dan Fairuz A Rafik beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan bagaimana keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, untuk makan saja dirinya hanya bisa mengkonsumsi nasi berlaukkan terasi.
"Dia sering melihat aku kayak nggak ada banget. Berapa minggu kita cuma makan beras sama terasi sama apa, kita aduk-aduk itu berapa minggu," ujar Pinkan dikutip dari kanal YouTube SonFai Family.
Namun uniknya, bak keceplosan, dirinya mengungkap soal cicilan mobil yang dicicilnya ketika mengalami kemerosotan ekonomi.
Hal ini akibat dirinya sakit sehingga tidak bisa menjalankan usaha yang dilakoninya dalam bidang makanan tersebut.
Omset perusahaan tersebut drop kak, karena aku sakit. Tukang dagang kan nggak bisa sakit kak. Kalau sakit kita nggak bisa nge-live. Akhirnya, perusahaan itu satu hari cuma untung Rp100 ribu. Nangis loh, gimana cara bayar cicilan," ujarnya.
Hal ini mengejutkan Fairuz dan memberikan pertanyaan ekonomi terkait cicilan mobilnya sementara untuk makan saja mengalami kesusahan.
Fairuz yang penasaran mempertanyakan bagaimana Pinkan bisa mempunyai cicilan mobil sementara untuk makan saja mengalami kesulitan.
"Untuk mobil-mobil, untuk melepas cicilan-cicilan yang ada itu dilepasin atau dipertahankan?" tanya Fairuz A Rafiq.
Artis 41 tahun ini pun menjelaskan jika sempat ada beberapa cicilan yang dilepaskan karena kesulitan untuk membayar.