Nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masuk dalam radar calon wakil presiden dalam Pilpres 2024.
Meskipun namanya tercatut dalam bursa calon wakil presiden yang bakal maju dalam kontestasi politik mendatang, tampaknya Airlangga hanya akan jadi pelengkap dalam pesta demokrasi 2024.
Terkait kemungkinan Airlangga yang hanya akan menjadi pelengkap dalam Pilpres 2024, pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto memberikan beberapa saran kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.
Gun Gun menilai Airlangga bisa menjadi 'pemain inti' jika dirinya mengoptimalkan kekuatan jaringan Golkar.
"Sebenarnya Airlangga Hartarto masih punya kans menjadi cawapres. Tinggal dia kemudian mengoptimalkan peran-peran jaringan politiknya sehingga kemudian Golkar bisa tampil bukan hanya pelengkap dalam usungan tapi menjadi benar-benar pemain inti, menjadi calon wakil presiden," kata Gun Gun seperti dikutip melalui WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com pada Rabu (16/11/2022).
Dalam pernyataannya, Gun Gun lantas menyinggung soal keikutsertaan Partai Golkar dalam dua Pemilu sebelumnya. Di mana saat itu, Partai Gokar mengalami penurunan suara.
Berkaca dari Pemilu 2014 dan 2019 itu lah, Gun Gun menilai jika Partai Golkar harus berusaha menjadi top of the ticket capres dan cawapres pada Pilpres 2024.
"Karena Golkar harus berkaca dengan pengalaman 2014 dan 2019 suaranya turun karena dia tidak punya figur. Makanya kemudian diharapkan keberadaan Partai Golkar dalam top of the ticket capres cawapres menjadi kebutuhan," lanjut Gun Gun.
Lebih lanjut, Gun Gun menyarankan agar Airlangga harus memaksimalkan peluang negoisasi dengan partai politik lainnya.
Selain itu, Partai Golkar juga harus memperkuat konsolidasinya dengan PAN dan PPP yang masuk dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Jadi bagi saya posisi Airlangga harus memaksimalkan peluang negosiasi dengan partai politik lain, kalau bisa menyolidkan KIB. Nah itu masalahnya adalah agenda menyolidkan KIB sepertinya belum dioptimalkan, ini KIB berpotensi swing," pungkasnya.