Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:24 WIB
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama salah satu murid di acara Sosialisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)

Suara.com - Tingkat kesalahan data penerima bantuan sosial mengalami penurunan tajam setelah penerapan digitalisasi bansos berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Temuan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara sosialisasi DTSEN bersama para camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026).

“Ketika (bansos) menggunakan data lama 77 persen error. (Artinya) ada 77 persen masyarakat yang seharusnya mendapatkan bansos tapi tidak dapat. Setelah kita ukur dengan DTSEN error-nya turun tinggal 28 persen,” kata Gus Ipul merujuk pada hasil uji coba digitalisasi bansos yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelum digitalisasi bansos berbasis DTSEN diterapkan, tingkat kesalahan data penerima manfaat yang layak tapi tidak terdaftar atau exclusion error masih sangat tinggi. Untuk program PKH tercatat mencapai 77,7 persen, sementara BPNT (Sembako) berada di angka 70 persen. Setelahnya exclusion errornya menjadi 28,2 persen pada PKH dan 17,6 persen untuk BPNT (Sembako).

Perbaikan juga terjadi pada kesalahan data penerima manfaat yang tidak layak tapi terdaftar atau inclusion error. Untuk PKH, kesalahan berkurang dari 46,5 persen menjadi 39,8 persen, sedangkan BPNT (Sembako) turun dari 37,7 persen menjadi 29,6 persen.

“Harapannya agar nanti error-nya (jadi) di bawah 10 persen (hingga) di bawah 5 persen,” jelasnya.

Gus Ipul mengakui bahwa akurasi data penerima bansos tidak mungkin mencapai 100 persen, mengingat dinamika sosial yang terus berubah, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, hingga perubahan kondisi ekonomi dan sosial keluarga.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya peran RT/RW, kepala desa, dan kelurahan serta camat dalam melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan. Keterlambatan pembaruan data, khususnya terkait warga meninggal dunia, berpotensi menyebabkan bantuan sosial disalurkan tidak tepat sasaran.

Meski hasil pemutakhiran data secara nasional dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tiga bulan, Gus Ipul menegaskan bahwa pembaruan data di tingkat desa dapat dilakukan setiap hari untuk menjaga akurasi data.

Terkait program Digitalisasi Bansos dengan acuan DTSEN, setelah suksed di Banyuwangi, saat ini mulai uji coba di 40 kabupaten dan kota serta 1 provinsi. Program tersebut melibatkan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Komdigi, KemenpanRB, BPS hingga Kemendagri serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kalau ini nanti sukses, maka kita akan mulai luncurkan di seluruh Indonesia,” jelas Gus Ipul.

Sadar akan pentingnya akurasi data, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan siap mendukung pemutakhiran DTSEN karena menjadi acuan penyaluran program pemerintah.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen kunci untuk mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur,” kata Shobih.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk turut serta melakukan pemutakhiran DTSEN.

“Kami telah memerintahkan jajaran dari perangkat dinas hingga pemerintah desa untuk aktif dalam proses pemutakhiran data secara berkala,” kata Shobih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki

Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:17 WIB

Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan

Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:39 WIB

7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan

7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:37 WIB

Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan

Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:06 WIB

Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data

Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:17 WIB

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:47 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB