Viral di Twitter unggahan soal suara azan yang berkumandang di tengah malam. Banyak warganet yang mengaitkannya dengan mistis, tetapi ternyata salah besar.
Dalam twit yang diunggah akun @tanyarlfes, tertulis:
"Kalian pernah dengen azan jam 12 malam gak? Aku sering denger, padahal dulu-dulu gak pernah denger. Aneh azan kek diulang-ulang gitu, lho. Pernah aku tungguin tuh azan baru selesai sekitar 10 menit. Anehnya lagi, suaranya itu kek samar-samar, kadang jelas kadang nggak. Aku sampe mikir klo itu jin islam, klo manusia aku agak ragu. Tapi itu azan apa ya, gaes?"
Unggahan tersebut mendapat sejumlah komentar para warganet.
"Di desaku sering gini, kadang juga jam 3 pagi. Katanya sih azan buat pengingat tahajud," komentar salah satu diantaranya.
"Ada yang bilang itu azan pengingat buat salat tahajud. Ada yang bilang itu azan dari alam lain. Nggak tau yang bener yang mana, tapi tetep merinding aja, bayangin lagi sepi-sepi malem-malem tiba-tiba dengar suara azan yang diulang-ulang," kata warganet lainnya.
Namun, seorang warganet kemudian memberi penjelasan soal azan awal.
"Itu namanya azan awal, sebelum masuk waktu subuh. Tujuannya membangunkan agar terjaga dan siap buat salat subuh. Gak usah dikit-dikit mistis. Ngaji dulu yang bener. Banyakin ilmu. Jadi sesat, nih, fenomena azan awal dijadiin mistis-mistisan, terus yang lain pada nge-aminin pula," tulisnya.
Penjelasan mengenai azan awal tersebut dapat ditemukan dalam laman NU Online. Di sana tertulis bahwa khusus untuk salat subuh, azan awal dapat dilakukan sebelum masuk waktunya subuh namun setelah lewat tengah malam.
Baca Juga: Habib Rizieq Belum Dipastikan Hadiri Reuni 212, Takut Pesertanya Membeludak kalau Ada Imam Besar
Hal tersebut dilakukan karena ketika masuk waktu salat subuh, orang-orang masih dalam keadaan tidur. Bahkan, beberapa di antara mereka ada dalam keadaan junub dan berhadas. Oleh karena itu, dibutuhkan azan sebelum masuk waktunya agar ada persiapan bagi mereka untuk melakukan salat subuh.
Hal ini berbeda dengan salat-salat yang lain, di mana saat masuknya waktu salat orang-orang dalam keadaan terjaga sehingga tidak dibutuhkan persiapan.
Sementara itu, Imam Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menyampaikan pendapat bahwa para ulama di kalangan mazhab Syafi’i menganggap sunah hukumnya melakukan dua kali azan untuk salat Subuh. Azan pertama dilakukan sebelum terbitnya fajar (sebelum masuk waktu Subuh) dan yang kedua setelah terbitnya fajar (setelah masuk waktu Subuh).