Viral di media sosial, korban gempa di Cianjur, Jawab Barat mendirikan tenda khusus untuk para pasangan suami stri (Pasutri) memenuhi kebutuhan biologisnya.
Tenda yang diberi nama "tenda sakinah" itu merupakan inisiatif warga di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
Rupanya, tenda tersebut diinisiatif oleh Feri R Firdaus, setelah ada salah seorang warga Desa Pasir Goong yang pulang kampung seusai merantau kerja selama dua bulan bertepatan dengan terjadinya gempa bumi di Kabupaten tersebut.
Akibat gemp dengan magnitudo 5,6 pada (22/11) itu, Rumah warga tersebut rusak sehingga harus mengungsi di tenda yang didirikan di lapangan desa.
"Nah warga ini, kan dia hampir dua bulan kerja di luar, ninggalin istri, niatnya melepas rasa rindu sama istri setelah dua bulan merantau kerja," kata Feri dalam keterangan akun instagram @nyinyir_update_official Kamis, (1/12/2022).
Melihat kondidi warga, Feri kemudian berinisiatif mendirikan sebuah tenda milik anggota Pramuka. Besarnya lumayan, muat untuk tiga hingga empat orang.
Namun, menurut Feri awalnya keberadaan "tenda sakinah" ini sempat menjadi pertentangan sejumlah warga karena dianggap hal yang tabu.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya "tenda sakinah" ini diterima oleh semua warga.
"Warga pun akhirnya memahami karena ini kan salah satu kebutuhan biologis untuk pasangan suami istri," kata Feri.
Baca Juga: 10 Momen Pernikahan Jess No Limit dan Sisca Kohl, Resmi Jadi Pasangan Suami-Istri Sejak Oktober Lalu
Meski begitu, pasangan yang ingin memakai fasilitas tenda itu merasa malu saat dirinya memasang jadwal, untuk bergantian menggunakan tenda tersebut.
"Jadi saat saya akan pasang kertas berisi jadwal pemakaian. Itu mereka pada protes, aduh, malu, jangan dipajang nama-namanya," ujar dia.
Sedangkan untuk aktifitas diluar itu, terutama bagi pasangan yang belum menikah, jangann coba-coba mendekati tenda tersebut.
Sebab Feri memastikan bahwa tenda tersebut tidak disalahgunakan oleh pasangan bukan suami istri.
"Karena yang mengungsi di lapangan ini kan warga satu RT, tidak ada dari RT lain. Jadi saya tahu siapa-siapa saja pengungsi di sini," katanya.
Banyak netizen yang mengaku tak habis fikir dengan ide untuk membuat tenda tersebut. Pasalnya, dalam situasi sulit di pengungsian, apakah masih berfikir untuk kebutuh biologis.