Saat uang tabungan ibunya habis, perabotan yang ada di rumahnya kata Tiko terpaksa dijual demi menyambung hidup sehari-hari.
"Sampai akhirnya mamah nggak sampai setahun berhenti karena mulai menurun kesehatannya dan akhirnya yah menggunakan tabungan dari mamah untuk kehidupan sehari-hari. Belum lama tabungan itu habis yah, aku juga harus cari kerja sementara aku waktu itu aku masih sekolah. Paling mamah memutuskan untuk mejual perabotan-perabotan rumah begitu," ungkp Tiko.
Lebih lanjut, Tiko meyebut gejala -gejala ringan yang dialami sang ibu yakni berhalunisasi dan berbicara seorang diri.
"Cuman untuk gejala-gejala ringannya seperti halusinasi suka ngomong-ngomong sendiri," ungkap Tiko.
Hingga akhirnya kata Tiko, pengurus RT dan tetangga memberikan penawaran untuk bekerja sebagai security atau Satpam komplek.
Sehingga kata Tiko total 5 tahun dirinya sudah bekerja sebagai security komplek.
"Dari situ bertahan beberapa bulan sampai akhirnya pa RT dan lingkungan itu membantu untuk agar bekerja di sini sebagai security dan membantu mengamankan. Aku nggak inget, tapi sejak putus sekolah sampai sekarang aku jadi security berjalan kurang lebih lima tahun," katanya.