Tim Dokter Ungkap Kondisi David, Sudah Lewati Fase Koma hingga Tak pakai Alat Bantu Pernafasan

Mamagini

Rabu, 01 Maret 2023 | 12:06 WIB
Tim Dokter Ungkap Kondisi David, Sudah Lewati Fase Koma hingga Tak pakai Alat Bantu Pernafasan
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut saat menjenguk David, korban penganiayaan oleh MarioDandySatriyo [Twitter @YaqutCQoumas]

Tim Dokter RS Mayapada Jakarta mengungkapkan kondisi terkini David Latumahina korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo, anak eks pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Tim Dokter menyebut kondisi anak dari petinggi GP Ansor Jonathan Latumahina itu sudah melewati masa koma.

"Anak David sudah keluar dari statement koma," ujar dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada Jakarta, Gibran Aditiara Wibawa yang dikutip Mamagini dari YouTube TV One News Rabu (1/3/2023).

Dokter Gibran menuturkan bahwa saat pertama kali dipindahkan ke RS Mayapada, kondisi David masih dalam posisi koma.

Namun kata dia, kondisi David kini mulai membaik selama empat hari perawatan.

"Sudah improve sekali. Memang datang ke rumah sakit dengan posisi sudah koma. Tapi saat ini sudah sangat improve, sudah keluar dari posisi koma," kata Dokter Gibran.

Di kesempatan yang sama, Dokter perawatan intensif yang juga koordinator ICU RS Mayapada,  Franz JV Pangalila memaparkan kondisi David Ozora yang semakin membaik. Kendati demikian, tim dokter masih terus melakukan observasi terhadap David.

"Kondisi anak David mengalami perkembangan yang cukup signifikan tetap memang masih dirawat di ruang intensive care unit dan semua kemungkinan masih bisa terjadi sehingga masih perlu melakukan observasi yang ketat sama anak David," ucap Dokter Franz.

Lebih lanjut Dokter Franz mengatakan saat ini David tak lagi menggunakan alat bantu pernapasan.

baca juga

"Sudah mulai (Sadar) karena beliau belum bisa mengontrol betul, tapi at least dia sudah bisa bernafas dengan spontan, tidak menggunakan alat bantu nafas lagi," kata Dokter Franz.

Ia menjelaskan pihaknya menggunakan metode Glasgow Coma Scale atau GCS untuk mengukur tingkat kesadaran David. Normalnya nilai GCS normal yakni 15.

Sementara kata Dokter Franz, untuk David angkanya 8 menuju ke 9. Sehingga menurutnya hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat signifikan.

"Memang kesadarannya ada perbaikan, pada saat masuk Glasgow coma scale  (skala pengukur tingkat kesadaran manusia) itu waktu masuk sekitar empat dan sekarang sudah mencapai angka delapan atau sembilan. Artinya perkembangannya yang sangat signifikan dan ini terjadi dalam waktu 4-5 hari ini," katanya.

Selain itu, Dokter Franz menuturkan pihaknya tak bisa memprediksi kapan kesehatan David akan pulih. Namun Tim dokter RS Mayapada  kata Dokter Franz akan berupaya maksimal menangani kesehatan David.

"Kita tidak bisa mengira-ngira sampai kapan kondisi sakitnya tetapi tim dokter akan berkerja semaksimal mungkin untuk kesembuhan anak David," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Sebut Mario Dandy Bebas Alkohol Saat Aniaya David, Tapi Ada Botol Miras di Mobil Rubicon

Polisi Sebut Mario Dandy Bebas Alkohol Saat Aniaya David, Tapi Ada Botol Miras di Mobil Rubicon

Entertainment | Selasa, 28 Februari 2023 | 19:14 WIB

Tim Dokter Bantah David Mengalami Cedera Otak Parah: Dasarnya Apa?

Tim Dokter Bantah David Mengalami Cedera Otak Parah: Dasarnya Apa?

Entertainment | Selasa, 28 Februari 2023 | 17:17 WIB

Tak Setuju Ayah Mario Dandy Resign Sebagai PNS, Farhat Abbas: Kenapa Bukan Menterinya yang Mundur?

Tak Setuju Ayah Mario Dandy Resign Sebagai PNS, Farhat Abbas: Kenapa Bukan Menterinya yang Mundur?

Entertainment | Selasa, 28 Februari 2023 | 17:13 WIB

Terkini

Ulasan Namaku Alam: Kisah Emosional Anak Korban Stigma Politik Orde Baru

Ulasan Namaku Alam: Kisah Emosional Anak Korban Stigma Politik Orde Baru

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:11 WIB

AI Masuk ke Industri Tambang, BRMS Bidik Autonomous Enterprise Pertama di Indonesia

AI Masuk ke Industri Tambang, BRMS Bidik Autonomous Enterprise Pertama di Indonesia

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:10 WIB

4 OOTD Chic Modern Minimalist ala Kim Hye Jun, Makin Stylish Tanpa Ribet!

4 OOTD Chic Modern Minimalist ala Kim Hye Jun, Makin Stylish Tanpa Ribet!

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara

Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:09 WIB

5 Lip Cream Lokal Harga di Bawah Rp50 Ribu Terbaik, Tahan Lama Sesuai Review Pengguna

5 Lip Cream Lokal Harga di Bawah Rp50 Ribu Terbaik, Tahan Lama Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:07 WIB

Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?

Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%

Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara

Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:01 WIB

5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru

5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:00 WIB

×