- PT Bumi Resources Minerals Tbk mengumumkan implementasi SAP GROW berbasis kecerdasan artifisial pada ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026.
- Kolaborasi dengan Accenture menghasilkan standardisasi lima entitas legal dan seratus proses bisnis dalam waktu lima bulan.
- Penerapan teknologi SAP S/4HANA Cloud Public Edition bertujuan membangun organisasi yang terintegrasi menuju status perusahaan mandiri.
Suara.com - Industri pertambangan global saat ini tengah menghadapi badai kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fluktuasi harga komoditas yang tajam, tuntutan tata kelola perusahaan (ESG) yang kaku, hingga fragmentasi data operasional seringkali menjadi penghambat utama bagi perusahaan untuk bergerak lincah.
Di Indonesia, banyak pemain industri yang masih terjebak dalam sistem warisan (legacy) yang lamban, di mana pengambilan keputusan seringkali tertinggal dari dinamika pasar yang bergerak dalam hitungan detik.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melakukan langkah agresif dalam peta jalan inovasi teknologinya. Dalam ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026, perusahaan pertambangan multi-mineral ini resmi mengumumkan implementasi SAP GROW, sebuah solusi mutakhir berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) untuk merombak total struktur operasional mereka menjadi lebih cerdas dan terintegrasi.
Akselerasi Ekstrim: 100 Proses Bisnis dalam 5 Bulan
Lompatan digital ini bukan sekadar pembaruan sistem administrasi biasa. Berkolaborasi dengan Accenture, BRMS berhasil melakukan standardisasi proses bisnis end-to-end yang mencakup lima entitas legal dan hampir 100 proses bisnis hanya dalam waktu lima bulan.
Kecepatan implementasi ini menandakan urgensi BRMS dalam membangun fondasi digital yang tangguh. Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk., Agoes Projosasmito, menegaskan bahwa transformasi ini adalah kunci untuk memenangkan persaingan di industri yang penuh ketidakpastian.
"BRMS berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas operasional kami guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).
Didukung oleh SAP dan Accenture, dia menambahkan, perusahaan memodernisasi sistem dan proses bisnis untuk membangun organisasi yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Fondasi 'Embedded AI': Menuju Perusahaan Mandiri
Inti dari inovasi ini adalah penggunaan SAP S/4HANA Cloud Public Edition. Teknologi ini memungkinkan BRMS memiliki visibilitas real-time terhadap seluruh aktivitas lapangan hingga laporan keuangan pusat.
Keunggulannya terletak pada fitur Embedded AI (AI yang tertanam), yang bertindak sebagai "otak" digital untuk memproses data besar menjadi wawasan strategis secara otomatis.
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, menyoroti bagaimana teknologi ini akan membawa BRMS ke level Autonomous Enterprise, sebuah visi di mana perusahaan mampu beroperasi secara mandiri dengan dukungan otomatisasi cerdas.
"Melalui adopsi SAP GROW, BRMS membangun fondasi digital yang kuat dengan kapabilitas AI yang tertanam (embedded AI) dan proses bisnis berbasis best practice," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa hal ini memungkinkan BRMS menyederhanakan operasional sekaligus membuka jalan menuju autonomous enterprise, di mana otomatisasi cerdas mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan mendorong inovasi berkelanjutan.
Inovasi Pengadaan Hibrida dan Masa Depan Digital
Tidak berhenti pada integrasi data, BRMS juga memperkenalkan model operasional pengadaan (procurement) hibrida. Inovasi ini dirancang untuk memastikan ekspansi perusahaan di masa depan tetap efisien tanpa terhambat oleh birokrasi manual.

Perusahaan juga menaruh perhatian besar pada sumber daya manusia melalui program manajemen perubahan yang komprehensif, memastikan karyawan siap berkolaborasi dengan sistem AI terbaru.
Ke depan, BRMS berencana memperluas dominasi teknologinya ke sektor Enterprise Asset Management (EAM) dan Human Resources (HR). Langkah ini mempertegas posisi BRMS bukan hanya sebagai perusahaan tambang, melainkan sebagai entitas teknologi pertambangan yang memprioritaskan data sebagai aset paling berharga.