Sikapi Ancaman Pembunuhan oleh Peneliti BRIN, PP Muhammadiyah Imbau Warga Tak Terpancing dengan Berbagai Cemoohan dan Sinisme

Mamagini Suara.Com
Selasa, 25 April 2023 | 15:32 WIB
Sikapi Ancaman Pembunuhan oleh Peneliti BRIN, PP Muhammadiyah Imbau Warga Tak Terpancing dengan Berbagai Cemoohan dan Sinisme
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad [Suara.com/Pui Ayu]

Diketahui komentar Andi itu terjadi di salah satu unggahan peneliti antariksa BRIN, Thomas Jamaluddin di Facebook. Lalu ada salah satu akun bernama Ahmad Fauzan S ikut menanggapi yang rupanya memantik Andi untuk berkomentar dengan akun AP Hasanuddin.

"Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian," tulis Andi.

Andi mengakui Muhammadiyah adalah saudara seiman dan rekan diskusi keilmuwan dengan BRIN. Namun, kemudian dia mengatakan kini BRIN menganggap jemaah Muhammadiyah sebagai musuh karena perbedaan penetapan hari Idul Fitri 1444 Hijriah.

Minta Maaf Usai Tuai Polemik

Andi membenarkan bahwa komentarnya itu adalah pernyataan yang dia sampaikan di kolom komentar akun media sosial Thomas Djalaludin. Dia pun minta maaf atas komentarnya tersebut. 

"Melalui surat ini memohon maaf kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas komentar saya di Facebook terhadap seluruh warga Muhammadiyah di Akun Facebook tertanggal Minggu, 23 April 2023," kata Andi dalam surat yang dikirim seniornya Profesor Thomas Djamaluddin.

Andi mengungkap pemicu komentar pengancaman pada Muhammadiyah itu karena dia emosi. Dia ternyata tak terima melihat Profesor Thomas Djamaluddin yang merupakan seniornya diserang di media sosial. Walau demikian, Andi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu.

"Komentar tersebut dikarenakan rasa emosi dan ketidakbijaksanaan saya saat melihat akun Thomas Djamaluddin diserang oleh sejumlah pihak. Saya MEMINTA MAAF SEBESAR-BESARNYA KEPADA PIMPINAN DAN SELURUH WARGA MUHAMMADIYAH yang merasa tersinggung dengan komentar saya tersebut," tulis Andi dalam suratnya.

Seperti diketahui, tahun ini Muhammadiyah merayakan lebaran lebih dulu, yakni 21 April 2023 sedangkan pemerintah tanggal 22 April 2023. Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode dalam penentuan 1 Syawal. 

Baca Juga: Sering Dimasak Emak, Ini 6 Manfaat Tomat untuk Kesehatan Tubuh

Selama ini Muhammadiyah menganut metode hisab atau perhitungan kalender hijriyah. Sementara itu pemerintah, selain metode hisab, juga menggunakan metode rukyat atau pengamatan langsung pada bulan baru atau hilal.

Dalam penentuan 1 Syawal, pemerintah juga mensyaratkan ketinggian bulan baru 3 derajar dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Hal itu mengacu pada kriteria baru yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI