Seorang balita asal Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah digigit anjingnya sendiri yang diduga terkena rabies.
Sebelum meninggal dunia, bocah tersebut telah mendapat perawatan medis dan suntikan vaksin anti rabies (VAR) sebanyak dua kali.
Setelah digigit anjing di bagian wajahnya, bocah tersebut datang ke rumah sakit ditemani orang tuanya dengan keluhan demam, mual, serta muntah.
Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @unikinfo_id, terlihat saat bocah berusia 4 tahun tersebut tengah dirawat di rumah sakit.
Tampak seorang dokter tengah memeriksa bocah yang dicurigai positif rabies tersebut.
Sang dokter memeriksa beberapa gejala yang terkait dengan rabies, seperti tidak mau minum, sakit tenggorokan, serta takut angin.
Saat diminta minum, bocah lelaki tersebut menolak meski sudah dibujuk oleh orang tuanya. Ketika akhirnya ia mau minum, tampak ia hanya minum sedikit dengan bantuan sedotan.
"Rasanya gimana, enak tidak airnya? Tidak ada rasa tercekik di sini?" tanya dokter sambil menunjuk lehernya, yang kemudian dijawab dengan gelengan kepala si bocah.
Dokter kemudian memeriksa apakah bocah tersebut takut pada angin. Tampak ia mengipaskan sesuatu di depan sang anak.
Si anak pun langsung terlihat ketakutan ketika tubuhnya merasakan embusan angin, yang semakin meyakinkan dokter jika sang bocah positif tertular rabies melalui gigitan anjing.
Meski telah mendapat perawatan medis, kondisi bocah itu semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Senin (8/5/2023) lalu.