Beredar di media sosial, video dengan klaim Amien Rais terbukti jadi bekingan Pondok Pesantren Al Zaytun. Informasi tersebut diunggah oleh akun Youtube Benang Merah.
Dalam video tersebut tertulis judul di thumbnail 'Jejak Dingital Terungkap, Amin Rais Jadi Bekingan Az Zaytun'
Melalui thumbnail video, ditampilkan foto Amien Rais yang memakai peci digiring aparat kepolisian.
Sedangkan di keterangan video Youtube tertulis judul 'GEGER SIANG INI. AMIN RAIS TERBUKTI JADI BEKINGAN AZ ZAYTUN.
Dalam video tersebut narator mengatakan Amien Rais yang menyebut Ponpes Al Zaytun sebagai produk orde baru.
"Amien Rais sebut pesantren Al Zaytun produk orde baru ini dasarnya," ujar narator yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Benang Merah, Senin (10/7/2023).
"Ketua Majelis Syura Partai Ummat menduga Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu merupakan produk Orde Baru. Alasan tersebut berdasarkan surat At Tin. Berdasaran ayat di atas dia menduga bahwa sponsor pembangunan Al Zaytun dan Masjid AT Tin disponsori oleh kelompok yang sama," lanjut narator.
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran dengan melihat secara lengkap video tersebut 8 menit 2 detik tidak ditemukan video atau foto atau bukti valid dari klaim Amien Rais terbukti menjadi bekingan Al Zaytun.
Baca Juga: Momen Sus Rini Bangunkan Rayyanza untuk Syuting Tuai Kritik: Eksploitasi Anak Ini
Video tersebut mulanya menarasikan soal pernyataan Amien Rais yang menduga Ponpes Al Zaytun merupakan produk orde baru. Bahkan Amien Rais kata narator juga menduga sponsor pembangunan Al Zaytun dan Masjid At Tin disponsori oleh kelompok yang sama.
Tak ada bukti yang valid bahwa Amien Rais adalah bekingan Ponpes Al Zaytun.
Video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.
Sehingga klaim Amien Rais terbukti menjadi bekingan Al Zaytun adalah klaim yang salah.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, klaim Amien Rais terbukti menjadi bekingan Al Zaytun masuk ke dalam kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].