Disebut Punya Beking, Pimpinan MPR Minta Aparat Tidak Ragu Tangkap Panji Gumilang

Ria Rizki Nirmala Sari | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 10 Juli 2023 | 16:04 WIB
Disebut Punya Beking, Pimpinan MPR Minta Aparat Tidak Ragu Tangkap Panji Gumilang
Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto meminta aparat tidak ragu menangkap pimpinan pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, Senin (10/7/2023). (Ist)

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap Panji Gumilang. Menurutnya, aparat tidak perlu ragu lagi dalam menangani perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantresn Al Zaytun itu.

"Terhadap Panji Gumilang, saya kira pemerintah atau aparat penegak hukum tidak perlu ragu, sejatinya dia sudah harus ditangkap ya kan. Dengan penistaan agama atau penodaan agama itu dinaikkan menjadi penyidikan lalu harusnya sudah ada tersangkanya kan," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2023).

Anggota Komisi VIII dari Fraksi PAN ini beranggapan kalau Panji layak untuk ditangkap, seiring naiknya status perkara dari penyelidikak menjadi penyidikan. Selain itu penangkapan terhadap Panji diharapkan dapat membuat situasi kondusif.

"Dan saya kira Panji Gumilang sekarang layak untuk ditangkap supaya meredam atau minimal membuat suasana menjadi teduh sekarang, karena luar biasa dinamika yang ada di masyarakat. Tindak pidananya, menurut saya bukan hanya penistaan agama, kan ada juga rekening yang sangat banyak atas nama Panji Gumilang itu jumlahnya ratusan," kata Yandri.

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu. [Dok. Al Zaytun]
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu. [Dok. Al Zaytun]

Ia meminta aparat penegak hukum secara terang benderang mengungkap. Ia mewanti-wanti agar aparat tidak main-main.

"Nanti kalau ini tidak serius, kasus Panji Gumilang ini, saya khawatir nanti akan muncul lagi Panji Gumilang yang lain yang mencoba bermain di area abu-abu. Maka ini juga sekaligus momentum bangsa kita, negara kita untuk menertibkan yang melakukan keresahan atau penyesatan dan lain sebagainya itu harus dihentikan dan harus tegas," tuturnya.

Ia juga menegaskan agar negara jangan sampai takut terhadap pihak-pihak yang membekingi Panji.

"Kalau ada beking membeking di situ, saya kira negara tidak boleh kalah, masa negara kalah sama individu-individu, apa hebatnya itu individu-individu? Siapapun mereka harusnya harus kalah oleh negara, jadi tidak boleh sungkan, tidak boleh ragu," kata Yandri.

"Bilamana ada beking, ya, sebenarnya beking itu dianggap kecil saja oleh negara, karena negara ini diatur sedemikian rupa, dirancang sedemikian rupa dan dia tidak boleh dikalahkan oleh individu-individu," tandasnya.

Naik Penyidikan

Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri resmi meningkatkan status kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Status tersebut ditingkatkan usai ditemukan adanya unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 156A KUHP.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasar hasil gelar pekara. Proses gelar perkara dilaksanakan setelah memeriksa Panji.

"Kami sampaikan selesai pemeriksaan penyidik telah gelar perkara bahwa perkara kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," kata Djuhandhani di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/7/2023).

Terkait pemeriksaan hari ini, Djuhandhani mengemukakan, penyidik total melayangkan 26 pertanyaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Al Zaytun Enggak Diurus dengan Serius, Pengamat Sebut NII Tidak Pernah Dilarang dan Dibubarkan

Al Zaytun Enggak Diurus dengan Serius, Pengamat Sebut NII Tidak Pernah Dilarang dan Dibubarkan

| Senin, 10 Juli 2023 | 15:59 WIB

Digugat Panji Gumilang ke PN Jakpus, Pimpinan MUI Anwar Abbas Santai: Itu Lah Hidup

Digugat Panji Gumilang ke PN Jakpus, Pimpinan MUI Anwar Abbas Santai: Itu Lah Hidup

News | Senin, 10 Juli 2023 | 15:48 WIB

CEK FAKTA: Anak Panji Gumilang Buka Mulut, Ayahnya Sering Open BO?

CEK FAKTA: Anak Panji Gumilang Buka Mulut, Ayahnya Sering Open BO?

| Senin, 10 Juli 2023 | 15:44 WIB

Cerita Eks Karyawan Al Zaytun Singgung Panji Gumilang Penyebab Perceraian

Cerita Eks Karyawan Al Zaytun Singgung Panji Gumilang Penyebab Perceraian

| Senin, 10 Juli 2023 | 14:50 WIB

CEK FAKTA: Ponpes Ditutup, Semua Santri Al Zaytun Terpaksa Dipulangkan

CEK FAKTA: Ponpes Ditutup, Semua Santri Al Zaytun Terpaksa Dipulangkan

| Senin, 10 Juli 2023 | 14:45 WIB

Punya Opsi Ganjar-Erick, Prabowo-Erick dan Airlangga-Zulhas, PAN Siap Dukung Koalisi yang Duluan Deal

Punya Opsi Ganjar-Erick, Prabowo-Erick dan Airlangga-Zulhas, PAN Siap Dukung Koalisi yang Duluan Deal

Kotak Suara | Senin, 10 Juli 2023 | 14:42 WIB

Terkini

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB