Budiman Sudjatmiko, tokoh senior dan politisi Indonesia, telah menjadi sorotan terkait pemecatannya dari PDI-P.
Pemecatan ini berkenaan dengan kecondongan dari Budiman ke salah satu bacapres yang tak diusung oleh partainya.
Berikut adalah tujuh fakta terkait pemecatan Budiman Sudjatmiko lengkap dengan profilnya:
1. Profil Budiman Sudjatmiko:
- Lahir pada 10 Maret 1970 di Cilacap, Budiman Sudjatmiko saat ini berusia 52 tahun.
- Dia merupakan anak pertama dari empat bersaudara, lahir dari pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri Sudjatmiko.
- Menghabiskan masa kecilnya di Bogor dan menempuh pendidikan di berbagai sekolah.
2. Pendidikan dan Aktivisme Masa Orde Baru:
- Budiman sempat mengejar pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, namun aktivisme saat masa Orde Baru membuatnya drop out.
- Dia melanjutkan pendidikannya di London University dan Cambridge University.
3. Aktivisme dan Penjara:
- Pada 1996, Budiman mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan dipenjara oleh pemerintah Orde Baru.
- Dipenjara selama 3,5 tahun setelah diberi amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999.
4. Keterlibatan Politik dan Organisasi:
- Bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2004 dan membentuk Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM).
- Menjabat sebagai Anggota DPR RI dari PDIP dan terlibat dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan dalam negeri dan agraria.
5. Pemecatan dari PDIP:
- Pada 24 Agustus 2023, Budiman Sudjatmiko dipecat dari keanggotaan PDIP.
- Pemecatan ini diduga karena dukungannya terhadap Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2024.
6. Surat Pemecatan dan Alasan:
- Surat pemecatan ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
- Megawati menyatakan bahwa Budiman melanggar disiplin partai dengan mendukung calon presiden dari partai lain.
7. Reaksi dan Prospek Politik:
- Budiman mengkritisi pemecatannya karena dianggap melanggar prosedur, tetapi tidak berniat memperpanjang kontroversi.
- Analis politik Dedi Kurnia Syah mengatakan nasib Budiman bergantung pada kemenangan Prabowo di Pilpres 2024, dengan potensi kekuasaan jika Prabowo menang.
Budiman Sudjatmiko telah mengalami perjalanan yang panjang dan berliku dalam dunia politik Indonesia, dari aktivisme masa Orde Baru hingga keterlibatannya dalam PDIP. Pemecatannya dan dukungannya terhadap calon presiden lain menambah dimensi menarik dalam karirnya.