Beredar kabar tidak benar yang menarasikan bahwa PBNU mendapatkan perintah dari istana untuk menjegal pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 28,1 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 5 September 2023.
"RENCANA LICIK BOCOR !! ISTANA PERINTAHKAN PBNU JEGAL ANIES CAK IMIN ?" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (6/9/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"BENAR-BENAR BIADAB
ISTANA PERINTAHKAN PBNU JEGAL ANIES CAK IMIN?"
Namun begitu, apakah benar PBNU mendapatkan perintah dari istana untuk menjegal pasangan Anies-Cak Imin?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait PBNU yang mendapatkan perintah dari istana untuk menjegal pasangan Anies-Cak Imin.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa PBNU mendapatkan perintah dari istana untuk menjegal pasangan Anies-Cak Imin.
Baca Juga: AHY Kumpulkan Semua Ketua DPD Demokrat Hari Ini, Bahas Arah Koalisi?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini Istana tidak pernah memberi perintah kepada PBNU untuk menjegal Anies-Cak Imin.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan "RENCANA LICIK BOCOR !! ISTANA PERINTAHKAN PBNU JEGAL ANIES CAK IMIN ?" merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].