Salah satu pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri, baru-baru ini menghebohkan jagat media sosial dengan curhatannya tentang keterlambatan pembayaran gaji oleh klubnya, PSM Makassar. Curahan hati ini diungkapkan melalui akun TikTok pribadinya, @yassa22.
Dalam unggahan TikTok tersebut, Yakob Sayuri pertama-tama membagikan foto dirinya yang sedang duduk di tangga dengan pose merenung, dan menambahkan keterangan "Lagii nungguin apa?". Kemudian, dalam slide berikutnya, ia membagikan sebuah meme yang menggambarkan seorang anak kecil yang tengah berbaring dengan ekspresi merenung, disertai dengan keterangan tentang tunggakan gajinya.
"Nungguin gaji dong... Terus pas udah gajian, aku nunggu gajian bulan depan," demikian bunyi keterangan di slide kedua unggahan Yakob Sayuri.
Unggahan ini segera menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Sebagian besar orang mungkin beranggapan bahwa masalah penunggakan gaji pemain sepak bola sudah tidak terjadi lagi di Liga 1 2023/2024. Namun, unggahan Yakob Sayuri mengungkapkan bahwa masih ada kasus penunggakan gaji yang terjadi di klub-klub kasta teratas.
Unggahan ini juga menyoroti PSM Makassar, klub tempat Yakob Sayuri bermain. Beberapa bulan sebelumnya, klub ini pernah dilanda isu penunggakan gaji pemain dan ofisialnya.
Pada Mei 2023, setelah menjadi juara Liga 1 2022/2023, PSM Makassar juga dikabarkan menunggak gaji pemain dan bonus juara. Kasus ini terbilang sudah menjadi masalah yang berulang-ulang terjadi pada klub tersebut. Pada tahun 2022 dan 2021, PSM juga dilanda isu serupa.
Ketidakpastian pembayaran gaji ini dapat berdampak negatif pada klub, seperti yang terjadi pada beberapa pemain yang akhirnya meninggalkan PSM Makassar akibat masalah ini. Salah satunya adalah Ramadhan Sananta, Agung Mannan, dan Dallen Doke.
Hingga saat artikel ini ditulis, akun Instagram resmi PSM Makassar, @psm_makassar, telah mendapatkan banyak tekanan dari para netizen yang menuntut agar klub tersebut memenuhi kewajibannya untuk membayar gaji Yakob Sayuri. Masalah ini tentunya akan menjadi sorotan di tengah kompetisi Liga 1 2023/2024, dan dampaknya terhadap pemain dan klub masih menjadi perhatian yang serius.