Bukan Supra Bapak Biasa, Bebek Ajaib Rasa Skutik dari Honda Satu Ini Bikin Melongo

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:44 WIB
Bukan Supra Bapak Biasa, Bebek Ajaib Rasa Skutik dari Honda Satu Ini Bikin Melongo
Bukan Supra Bapak Biasa, Bebek Ajaib Rasa Skutik dari Honda Satu Ini Bikin Melongo (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Desain hibrida unik padukan gaya motor petualang di depan dan bodi ramping bebek konvensional.
  • Versi 2027 tawarkan transmisi otomatis tanpa kopling manual dan tuas rem kiri ala skutik.
  • Meski fiturnya sederhana, harga jual di Brazil menembus angka setara skutik premium kelas atas.

Suara.com - Pabrikan otomotif raksasa Honda kembali membuat kejutan dengan meluncurkan motor bebek berdesain sangat eksentrik di Amerika Latin. Kendaraan komuter bernama Pop 110i ES versi 2027 ini hadir sebagai jawaban pasti untuk mobilitas harian yang tangguh seperti dilansir dari Honda Brasil.

Berbeda dari generasi lawasnya, kuda besi endemik Brazil ini sekarang mengusung sensasi berkendara ala skutik. Tuas rem belakang secara revolusioner dipindah ke setang kemudi sebelah kiri.

Sistem transmisinya pun mendapat pembaruan drastis karena tak lagi memakai tuas kopling manual. Mesin barunya kini menggunakan transmisi otomatis yang jauh lebih praktis untuk membelah kemacetan padat perkotaan.

Desain Hibrida yang "Nyeleneh"

Bentuk fisiknya sering dijuluki "spesies aneh" oleh para penggemar otomotif dunia. Wajah depannya memakai sepatbor tinggi yang menyatu dengan bodi ala motor petualang tulen.

Namun bagian tengah hingga ke buritan justru sangat ramping menyerupai bebek konvensional. Keunikan lainnya terlihat pada ubahan sirip udara di bagian bodi samping yang kini tampak jauh lebih modern.

Posisi kunci kontaknya juga tidak lazim karena terletak di area samping bodi. Kesan minimalis semakin kuat berkat desain ekor meruncing dengan lampu rem yang menyatu rapi.

Bukan Supra Bapak Biasa, Bebek Ajaib Rasa Skutik dari Honda Satu Ini Bikin Melongo (Gemini AI)
Bukan Supra Bapak Biasa, Bebek Ajaib Rasa Skutik dari Honda Satu Ini Bikin Melongo (Gemini AI)

Roda Belang dan Pengereman Unik

Pembaruan mencolok pada model teranyar ini adalah penggunaan velg balap berdesain palang yang unik. Menariknya, ukuran roda depan dan belakang sengaja dibuat asimetris alias belang.

Bagian depan memakai lingkar 17 inci, sementara roda belakang menggunakan ukuran 14 inci. Racikan ini dipercaya memberikan kestabilan ekstra di depan sekaligus kelincahan bermanuver di bagian belakang.

Untuk fitur keselamatan, kuda besi ini sudah dibekali sistem pengereman kombinasi. Hal yang bikin geleng kepala, kedua rodanya masih setia menggunakan rem tromol tanpa sistem cakram sama sekali.

baca juga

Mesin Irit Tahan Banting

Jantung pacunya dibekali ruang bakar 109,1 cc bersilinder tunggal dengan sistem pendingin udara. Mesin yang identik dengan seri Revo di Tanah Air ini terkenal awet dan minim perawatan.

Sistem injeksi bahan bakar canggih membuatnya sangat efisien saat menenggak bensin. Konsumsi hariannya ditaksir mampu menembus lebih dari 50 hingga 60 kilometer per liter.

Walau tanpa kopling manual, tenaga puncaknya justru mengalami kenaikan sekitar enam persen. "Motor ini menyajikan daya sebesar 8,43 PS dengan torsi 0,94 kgf.m, sangat andal untuk jalanan menanjak," tulis rilis resmi pabrikan setempat.

Harga Fantastis Setara Skutik Premium

Bobotnya yang hanya 87 kilogram membuatnya sangat lincah bermanuver bagai kancil. Joknya sengaja didesain ekstra lebar dan dikawinkan dengan setang tinggi sehingga posisinya sangat nyaman.

Meski berstatus kelas pemula di negara asalnya, nominal harga jualnya cukup membuat dahi berkerut. Edisi teranyar ini dibanderol sekitar 10.588 Real Brazil di pasaran Amerika Latin.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang kita, angkanya sukses menembus Rp 36,8 jutaan. Harga setinggi itu tentu sudah setara dengan banderol skutik premium bongsor yang berseliweran di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha

Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:40 WIB

7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Terkini

Sambil Menjalani Rawat Inap, Taktik Persija Saat Hadapi PSMS Medan Tetap dari Shin Tae-yong

Sambil Menjalani Rawat Inap, Taktik Persija Saat Hadapi PSMS Medan Tetap dari Shin Tae-yong

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 16:05 WIB

Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama

Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 16:05 WIB

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:02 WIB

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

×