Masyarakat Indonesia selalu sensitif terhadap kasus penjiplakan yang dilakukan oleh negara tetangga, khususnya Malaysia.
Kasus terbaru yang memicu kemarahan adalah penjiplakan lagu "Halo-Halo Bandung" yang diubah menjadi "Helo Kuala Lumpur." Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kasus ini:
1. Penjiplakan Lagu yang Membuat Geram
Masyarakat Indonesia merasa geram setelah mengetahui bahwa lagu "Halo-Halo Bandung" telah dijiplak oleh Malaysia dengan menggantinya menjadi "Helo Kuala Lumpur." Lirik lagu ini telah diubah agar sesuai dengan ibu kota Malaysia.
2. Sudah Diunggah Selama 3 Tahun
Penjiplakan ini ternyata tidak baru. Lagu "Helo Kuala Lumpur" telah diunggah ke YouTube sejak tiga tahun lalu di salah satu kanal bernama Lagu Kanak TV.
3. Disebut Lagu Tradisional Melayu dan Patriotik Malaysia
Video yang berisi lagu ini menyebutnya sebagai lagu tradisional Melayu untuk anak-anak. Selain itu, lagu tersebut juga digambarkan sebagai lagu patriotik Malaysia dalam deskripsi videonya.
4. Kontroversi di Media Sosial
Video ini memicu kontroversi di media sosial, khususnya di laman Twitter. Banyak netizen Indonesia yang merasa geram dan mengkritik tindakan Malaysia yang dianggap menjiplak warisan budaya Indonesia.
5. Asal Usul "Halo-Halo Bandung"
Lagu "Halo-Halo Bandung" merupakan salah satu lagu perjuangan Indonesia yang diciptakan oleh Ismail Marzuki. Lagu ini menggambarkan semangat perjuangan rakyat kota Bandung, terutama dalam peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api pada tahun 1946.
6. Respons Pihak Berwenang
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, mengatakan bahwa pihak kedutaan masih mengumpulkan bukti terkait dugaan penjiplakan ini.
7. Begini Kata Media dari Malaysia
Media Malaysia, Malaysian Insight mengamini bahwa video tersebut memicu kontroversi.
"Video lagu berjudul "Helo Kuala Lumpur" di kanal YouTube Lagu Kanak TV telah memicu kontroversi di kalangan pengguna media sosial Indonesia yang mengklaim lirik dan melodi lagu tersebut mirip dengan lagu Indonesia 'Halo, Halo Bandung'," tulis Malaysian Insight.
"Media Indonesia mengatakan saluran YouTube Lagu Kanak TV mengunggah video lagu tersebut pada tahun 2018 dan sekali lagi pada tahun 2020 di saluran yang sama," lanjut mereka.
8. Kolom Komentar Dinonaktifkan
Terkini, kolom komentar pada video tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai respons atas reaksi negatif dari masyarakat.
Kasus penjiplakan lagu "Halo-Halo Bandung" ini menciptakan ketegangan budaya antara Indonesia dan Malaysia, sementara pihak berwenang terus mengkaji dampak hukum dari plagiarisme ini.