Belum reda kegeraman warganet usai dugaan plagiat lagu Halo-Halo Bandung menjadi Hello Kuala Lumpur, muncul seorang konten kreator Malaysia bernama Kak Zu mengomentari isu ini.
Melalui akun TikTok @zuriatibillionaire yang diunggah ulang akun Instagram @frix.id, konten kreator tersebut mengatakan tak masalah siapa meniru siapa, karena lagu tersebut bertujuan untuk hiburan semata.
"Halo-Halo Kuala Lumpur kah atau Halo-Halo Bandung, yang mana satu empunya lagu ini, siapa tiru siapa, tak kisahlah siapa tiru siapa, yang penting lagu ini untuk hiburan," katanya mengomentari.
Lebih lanjut, perempuan tersebut juga menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia sesungguhnya satu rumpun dan bersaudara, sehingga tak perlu meributkan soal siapa meniru siapa.
"Dan sebenarnya kita satu rumpun. Bandung kah, Malaysia kah, kita bersaudara. Jangan gaduh-gaduh. Siapapun lagu ini dimiliki oleh sesiapapun, yang penting kita bersaudara," pungkasnya.
Bagai menyiram bensin ke dalam api, video tersebut langsung menyulut emosi warganet Indonesia. Tak sedikit yang menyayangkan bahwa kasus ini dipandang sepele dan dianggap hanya hiburan.
"Pada dasarnya bukan masalah satu rumpun, tapi pada dasar yang mencoba mengcover dan mengubah lirik itu sebuah hal keliru, karena tidak meminta izin kepada pemilik lagu tersebut. Pada dasarnya, hal kesenian punya Hak Cipta Karya, pihak Malaysia tidak memiliki itikad yang baik dan mencoba mengambil karya anak bangsa. Pihak kemendikbud harus memperhatikan setiap karya anak bangsa agar tidak plagiat seperti negara ini," komentar salah satu warganet.
"Untuk hiburan? Masyarakat Bandung rela kotanya kebakar untuk lawan penjajahan Inggris, Halo-Halo Bandung terdapat sejarah di dalamnya, Buk, gak asal untuk hiburan," jawab warganet.
"Minimal tu izin sama keluarga pencipta lah yah," sindir warganet yang lain.