Untuk meminimalkan biaya umrah ke tanah suci, tak sedikit orang memilih untuk melakukan umrah backpacker. Ini adalah kegiatan umrah secara mandiri tanpa menggunakan jasa travel sehingga memiliki biaya lebih terjangkau.
Belakangan, aktivitas umrah backpacker pun ramai diperbincangkan, hingga akhirnya akhirnya Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah tegas untuk menertibkan pihak-pihak yang diduga mempromosikan produk tersebut.
Kemenag menilai tren umrah backpacker tidak bisa terus didiamkan. lantaran kegiatan itu tidak sesuai dengan prosedur yang telah dibuat oleh pemerintah.
Mengutip dari akun Instagram @frix.id, Kemenag mengharapkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam penegakan hukum, dan masyarakat diharapkan untuk tidak tergiur oleh penawaran harga umrah yang murah.
Namun, imbauan Kemenag ini ramai dengan pendapat kontra dari warganet. Tak sedikit yang heran dengan alasan Kemenag melarang kegiatan umrah backpacker
Menurut sebagian besar warganet, umrah backpacker umumnya dilakukan oleh mereka yang sudah berpengalaman dan tahu kondsi di sana. Jadi, sah-sah saja jika untuk perjalanan ibadah berikutnya, mereka ingin umrah mandiri dengan alasan menghemat biaya.
"Kan sudah beberapa kali kesana, boleh dong umrah sendiri karena sudah tau seperti apa perjalanan umrahnya. Aneh sih kalo dilarang, terus kalo kita ke luar negeri sendiri dengan uang sendiri gak boleh? Kan mungkin yang backpacker juga dana terbatas jadi bisa mengatur keuangan sendiri, karena kalo pake travel agent mungkin dirasa kemahalan. Orang mau ibadah kok, harusnya jangan dilarang ya, itu rumah Allah, rumah bagi siapa pun umat Muslim yang ingin beribadah," komentar salah satu warganet.
"Di Arab saja mengijinkan siapa saja yang masuk ke negara tersebut untuk ibadah asal surat-surat paspor dll resmi berlaku. Masih kurang apa keuntungan dari penyelenggaraan umrah dan haji selama ini saat golongan kalian menjabat?" tanya warganet.
"Selagi pakai uang sendiri yang cukup, ngerti bahasa Arab atau Inggris, dan ngerti tata cara yang baik dan benar, yaa aman-aman aja lah, salahnya dimana," timpal yang lain.
Baca Juga: Cara Masak Nasi Goreng Kambing, Lengkap dengan Daftar Bahan
Beberapa warganet justru curiga ada kepentingan lain di balik pelarangan tersebut
"Kami melarang umrah backpacker karena kami tidak dapat jatah dari yang yang dikumpulkan jamaah," sindir warganet.
"Takut kehilangan pemasukan," sindir yang lain.