Hasil pemeriksaan terhadap Dini Sera Afrianti yang tewas dianiaya pacarnya di Surabaya, sudah keluar. Tim forensik pun membeberkan apa saja luka yang dialami oleh perempuan berusia 29 tahun itu.
Perwakilan tim forensik RSU Dr. Soetomo Surabaya, dr. Reny, menyebutkan bahwa kepada korban telah dilakukan dua pemeriksaan, yakni pemeriksaan bagian luar dan dalam.
"Pada pemeriksaan luar, kami temukan luka memar kepala sisi belakang, kemudian pada leher kanan-kiri, pada anggota gerak atas," kata dr. Reny di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10/2023).
Luka juga ditemukan pada dada kanan dan tengah, pada perut kiri bawah, pada lutut kanan, pada tungkai kaki atas atau paha, serta punggung kanan. Selain itu, juga ditemukan luka lecet pada anggota gerak atas.
Sedangkan hasil pemeriksaan dalam, dokter forensik menemukan beberapa luka pada bagian dalam tubuh yang diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh pacarnya yang diketahui merupakan anak anggota DPR RI.
Disebutkan bahwa Dini mengalami patah tulang dan juga memar di beberapa bagian tubuh.
"Kami temukan resapan darah pada otot leher kulit kanan-kiri, patah tulang pada tulang iga 2 sampai 5, ada luka memar pada organ paru dan luka pada organ hati," ujar dr. Reny.
Pacar Dini, yang selama ini diketahui berinisial R, ternyata adalah Gregorius Ronald Tannur, dan merupakan anak dari anggota DPR RI dari fraksi PKB. Saat ini, Ronald sudah ditahan oleh Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (6/10/2023).
Baca Juga: Update Skuat Timnas Indonesia Jelang Laga Lawan Brunei Darussalam, Dua Pemain Ini Dicoret