Dipakai Israel untuk Serang Warga Sipil Jalur Gaza, Apa Saja Bahaya dari Bom Fosfor?

Mamagini

Minggu, 15 Oktober 2023 | 17:30 WIB
Dipakai Israel untuk Serang Warga Sipil Jalur Gaza, Apa Saja Bahaya dari Bom Fosfor?
Bendera Palestina yang dikibarkan oleh massa. (Pexels/Ömer Faruk Yıldız)

Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memunculkan laporan yang menyebut bahwa Israel telah menggunakan fosfor putih dalam operasi militer di Jalur Gaza. Dalam konteks eskalasi konflik Palestina-Israel yang sedang berlangsung, Human Rights Watch telah mengklaim bahwa Pasukan Pertahanan Israel telah menggunakan amunisi berisi fosfor putih, yang disebut berbahaya bagi keselamatan warga sipil dan dapat menyebabkan luka serius dan berkelanjutan.

Namun, menurut laporan dari Sputnik, juru bicara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) berkelit dengan mengatakan, "Tuduhan saat ini terkait penggunaan fosfor putih oleh IDF di Gaza adalah sama sekali palsu. IDF tidak menggunakan amunisi semacam itu."

Ketika ditanyai tentang klaim ini oleh sumber-sumber media, Duta Besar Israel untuk Rusia, Alexander Ben Zvi, menyatakan bahwa "itu harus dibantah. Itu tidak benar. Saat ini, seperti yang Anda tahu, semua orang berada di media sosial, dan semua orang memiliki ponsel. Ini hanya omong kosong belaka."

Fosfor putih telah menjadi kontroversi dalam peperangan selama beberapa dekade, memunculkan pertanyaan etis dan hukum serta memicu perdebatan tentang keuntungan strategisnya dibandingkan dengan bahaya potensial, karena zat ini dapat menyebabkan luka bakar mengerikan pada korban.

Fosfor Putih dalam Perang

Penggunaan amunisi fosfor putih dapat menyebabkan sejumlah kerusakan yang mengerikan, baik pada manusia maupun lingkungan. Efek-efek ini timbul dari sifat khususnya yang dapat terbakar ketika terpapar udara, menghasilkan panas intens dan senyawa kimia yang reaktif.

Efek pada Manusia Meliputi:

1. Luka Bakar: Salah satu bahaya terbesar dari paparan fosfor putih adalah luka bakar termal atau kimia yang parah. Saat terbakar, zat ini menghasilkan panas yang sangat kuat, menyebabkan luka bakar dalam yang nyeri. Luka bakar ini bisa sangat sulit diobati karena fosfor putih dapat terbakar kembali saat terpapar udara.

2. Inhalasi Beracun: Menghirup asap atau uap zat kimia ini dapat menyebabkan masalah pernapasan dan kerusakan paru-paru. Fosfor putih mengeluarkan asam fosfat yang bisa mengiritasi sistem pernapasan dan menyebabkan komplikasi.

3. Toksisitas Sistemik: Fosfor putih dapat diserap melalui kulit dan selaput lendir. Ini dapat menyebabkan efek sistemik, memengaruhi berbagai organ dan sistem dalam tubuh. Ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius.

4. Efek Kesehatan Jangka Panjang: Paparan kronis terhadap fosfor putih dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk masalah pernapasan dan peningkatan risiko kanker tertentu.

Efek pada Lingkungan:

1. Pencemaran Tanah dan Air: Fosfor putih dapat mencemari tanah dan air saat amunisi digunakan. Ini dapat memiliki efek jangka panjang pada ekosistem, memengaruhi kehidupan tanaman dan hewan.

2. Polusi Udara: Pembakaran fosfor putih menghasilkan gas beracun, termasuk asam fosfat dan fosfin. Ini dapat menyumbang pada polusi udara, berpotensi memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan.

3. Residu yang Persisten: Fosfor putih dapat bertahan di lingkungan untuk jangka waktu yang lama, terutama dalam tanah dan sedimen. Hal ini dapat terus menjadi ancaman bagi satwa liar dan manusia seiring berjalannya waktu.

4. Kontaminasi Rantai Makanan: Fosfor putih bisa masuk ke dalam rantai makanan melalui tanaman atau hewan yang terpapar oleh tanah atau air yang terkontaminasi. Ini bisa menyebabkan paparan tidak langsung bagi manusia dan satwa liar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WNI Ini Ceritakan Pengalamannya Liburan ke Israel Ketika Terjadi Perang

WNI Ini Ceritakan Pengalamannya Liburan ke Israel Ketika Terjadi Perang

Mamagini | Sabtu, 14 Oktober 2023 | 22:12 WIB

Keterlaluan, Influencer Israel Ejek Warga Palestina yang Tak Punya Air dan Listrik Imbas Perang

Keterlaluan, Influencer Israel Ejek Warga Palestina yang Tak Punya Air dan Listrik Imbas Perang

Mamagini | Sabtu, 14 Oktober 2023 | 20:53 WIB

Dukung Palestina, Kim Jong Un Mendadak Jadi Idol: Aku Padamu, Oppa

Dukung Palestina, Kim Jong Un Mendadak Jadi Idol: Aku Padamu, Oppa

Mamagini | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 12:36 WIB

Terkini

Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng

Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng

Jawa Tengah | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:44 WIB

Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey

Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:40 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Clara Bernadeth dan Dayinta Melira Dalami Karakter Sampai Konsultasi ke Ahlinya | NGORBIT

Clara Bernadeth dan Dayinta Melira Dalami Karakter Sampai Konsultasi ke Ahlinya | NGORBIT

Video | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:30 WIB

Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama

Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama

Jogja | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:28 WIB

Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam

Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:27 WIB

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino

Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino

Jawa Tengah | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:18 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB