Anak-Anak Butuh Perhatian Orang Tua Bukan Layar HP, Kata UNICEF

Mamagini

Jum'at, 20 Oktober 2023 | 18:22 WIB
Anak-Anak Butuh Perhatian Orang Tua Bukan Layar HP, Kata UNICEF
Ilustrasi anak bermain smartphone tanpa batasan screen time. (Pixabay)

Di era teknologi dan media saat ini, banyak orangtua menggunakan layar elektronik untuk menghibur atau mengalihkan perhatian anak-anak kecil saat mereka sibuk menyelesaikan tugas-tugas lain.

Meskipun metode ini mungkin efektif sejenak, penggunaan berlebihan layar dapat berdampak negatif pada perkembangan anak-anak.

Menurut UNICEF, lembaga PBB yang peduli dengan hak anak, menegaskan pentingnya memberikan perhatian dan pengalaman di luar layar untuk anak-anak.

Banyak ilmuwan otak yang mengkaji dampak layar elektronik pada perkembangan otak anak-anak masih mencari jawaban pasti, tetapi apa yang mereka temukan dapat membantu orangtua memahami betapa pentingnya memberikan pengalaman di luar layar.

Hal ini penting agar anak-anak dapat belajar, meningkatkan keterampilan sosial dan kognitif mereka, serta menjadi lebih sehat dan bahagia di masa depan.

Bayi Belajar Lebih Baik Melalui Interaksi Manusia

Patricia Kuhl, seorang ilmuwan otak terkemuka di dunia, melakukan eksperimen dengan lebih dari 4.000 bayi setiap tahun. Menurutnya, "Apa yang kami temukan adalah bahwa bayi kecil, yang berusia di bawah satu tahun, tidak belajar dari mesin."

Ia menunjukkan beberapa pemindaian otak bayi pada komputer, lalu melanjutkan, "Bahkan jika Anda menunjukkan kepada mereka video yang menarik, perbedaan dalam pembelajaran sangat luar biasa. Mereka belajar dengan brilian dari interaksi manusia langsung, sedangkan pembelajaran dari mesin hampir tidak ada."

Mungkin itulah mengapa Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan agar bayi di bawah usia 2 tahun tidak diberikan waktu menonton layar sama sekali, dan anak usia 2 hingga 4 tahun hanya boleh menonton layar selama satu jam sehari.

baca juga

Layar Membatasi Kemampuan Konsentrasi

Kemampuan konsentrasi dan fokus adalah faktor penting bagi keberhasilan anak-anak. Kemampuan ini mulai berkembang sejak usia dini ketika otak mereka sangat sensitif terhadap lingkungan sekitarnya. Agar otak dapat berkembang dan tumbuh, diperlukan rangsangan esensial dari dunia luar.

Lebih penting lagi, anak-anak memerlukan waktu untuk memproses rangsangan tersebut. Saat membacakan buku cerita, anak-anak memiliki waktu untuk memproses kata-kata, gambar, dan suara. Namun, paparan konstan pada gambar dan pesan di layar mempengaruhi daya tahan konsentrasi dan fokus anak-anak.

Layar Mengurangi Kemampuan Mengendalikan Impuls

Anak-anak kecil memerlukan momen kebosanan. Kebosanan mengajari mereka bagaimana menghadapi frustrasi dan mengendalikan dorongan. Jika anak-anak selalu mendapatkan stimulasi dari layar, mereka bisa kehilangan kemampuan untuk mengandalkan diri mereka sendiri atau orang lain untuk hiburan. Hal ini dapat menyebabkan frustrasi dan menghambat imajinasi serta motivasi.

Layar Mengurangi Kemampuan Empati

Penelitian telah menunjukkan bahwa waktu layar dapat menghambat kemampuan anak-anak untuk membaca ekspresi wajah dan memahami keterampilan sosial, dua faktor kunci yang diperlukan untuk mengembangkan empati. Interaksi tatap muka adalah satu-satunya cara anak-anak belajar untuk memahami isyarat non-verbal dan menginterpretasikannya.

Paparan layar mengurangi kemampuan anak-anak untuk membaca emosi manusia dan mengendalikan rasa frustrasi. Hal ini juga mengalihkan perhatian dari aktivitas yang membantu meningkatkan kecerdasan mereka, seperti bermain dan berinteraksi dengan anak-anak lain.

Meskipun terkadang orangtua mungkin harus mengandalkan layar untuk beberapa saat tertentu, penting untuk mengontrol kualitas apa yang dilihat anak-anak dan berinteraksi dengan mereka selama mereka menonton. Manfaat dari membatasi atau bahkan menghilangkan waktu layar di masa awal ini akan berlangsung seumur hidup dan membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang, penuh perhatian, dan berdaya tahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Google Doodle Hari Ini Tampilkan Papeda, Ternyata Bisa Dibikin Jadi Cilung Jajanan Anak SD

Google Doodle Hari Ini Tampilkan Papeda, Ternyata Bisa Dibikin Jadi Cilung Jajanan Anak SD

Mamagini | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 18:11 WIB

Anaknya Alami Iritasi Telinga, Zaskia Adya Mecca Ingatkan Ibu-Ibu Agar Tak Biarkan Anak Pakai Earphone Terlalu Lama

Anaknya Alami Iritasi Telinga, Zaskia Adya Mecca Ingatkan Ibu-Ibu Agar Tak Biarkan Anak Pakai Earphone Terlalu Lama

Mamagini | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 00:01 WIB

Tips Anak Tumbuh Tinggi: Makanan Apa Saja yang Wajib Dikonsumsi?

Tips Anak Tumbuh Tinggi: Makanan Apa Saja yang Wajib Dikonsumsi?

Mamagini | Kamis, 19 Oktober 2023 | 12:55 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×