Penelitian telah menunjukkan bahwa waktu layar dapat menghambat kemampuan anak-anak untuk membaca ekspresi wajah dan memahami keterampilan sosial, dua faktor kunci yang diperlukan untuk mengembangkan empati. Interaksi tatap muka adalah satu-satunya cara anak-anak belajar untuk memahami isyarat non-verbal dan menginterpretasikannya.
Paparan layar mengurangi kemampuan anak-anak untuk membaca emosi manusia dan mengendalikan rasa frustrasi. Hal ini juga mengalihkan perhatian dari aktivitas yang membantu meningkatkan kecerdasan mereka, seperti bermain dan berinteraksi dengan anak-anak lain.
Meskipun terkadang orangtua mungkin harus mengandalkan layar untuk beberapa saat tertentu, penting untuk mengontrol kualitas apa yang dilihat anak-anak dan berinteraksi dengan mereka selama mereka menonton. Manfaat dari membatasi atau bahkan menghilangkan waktu layar di masa awal ini akan berlangsung seumur hidup dan membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang, penuh perhatian, dan berdaya tahan.