Pegiat Media Sosial Jhon Sitorus menyebut bahwa, NasDem tanpa tidak langsung sedang mengkonfirmasi sebagai partai politik yang munafik.
Hal tersebut menyusul pernyataan elit Partai NasDem soal tudingan Politik Identitas yang dipicu oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bukan Anies.
"Partai @NasDem semakin mengakui dirinya sebagai partai munafik," cuitnya di akun Twitter pribadinya dengan nama pengguna @Miduk17 pada Minggu, (20/11/2022).
Berdasarkan ingatannya dulu, partai yang diketuai Surya Paloh tersebut merupakan partai yang paling kencang membela mantan Gubernur DKI Jakarta itu atau Ahok . NasDem juga melawan politik identitas.
NasDem direpresentasikan sebagai Partai pembela etnis China bersama PDIP kala itu. Pada masanya, Ahok dan Nasdem pernah berupaya berjuang bersama melawan politik Identitas. Namun kini NasDem berpaling ke Anies dari Ahok.
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa Ahok bukan pelaku Politik Identitas. Namun,Ahok justru korban dari Politik Identitas tersebut. Bahkan sejak 2012 saat jadi calon wakil Jokowi di Pilgub DKI Jakarta.
"2012, Ahok bahkan diserang bertubi-tubi oleh pelaku #Politikidentitas," tuturnya.
Pernyataan elit NasDem, lanjut dia, ibarat meludahi muka sendiri.
"Yang pasti, apa yang dilakukan NasDem hari ini adalah bagian dari upaya denial (penyangkalan),” tutur dia.
Baca Juga: Kecewa Italia Tak Lolos Piala Dunia, Bek Persib Ini Kini Jagokan Argentina
Sebelumnya, elit NasDem menyalahkan Ahok atas isu politik identitas yang melekat pada Anies Baswedan.
"Lahirnya pemilihan Jakarta yang seperti itu sebetulnya faktornya bukan Anies tapi Ahok, orang Kristen, China mengutip ayat Al-Quran, berangkatnya dari situ, yang menafsirkan ayat semaunya, di sini titik tolaknya," kata Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi.
Menurutnya, bukan Anies dan pendukungnya yang memunculkan soal politik identitas, namun hal itu berasal Ahok sendiri.