Tak pernah nampak bersama dalam satu ruang, rupanya ada kisah pertemuan antara Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid dan Presiden Ketujuh Joko Widodo.
Pertemuan dua tokoh besar tersebut terjadi pada tahun 2006 saat Jokowi baru beberapa bulan menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Pertemuan tersebut diungkap oleh pemilik akun Facebook Blontank Poer di mana diceritakan dalam laman nu.or.id. Pria yang mengenyam pendidika di Universitas Negri Sebelas Maret (UNS) Solo itu menyebutkan bahwa diriny sengaja bersih-bersih CD koleksi lama miliknya.
Saat membersihkan CD miliknya, dia menemukan foto pertemuan di mana Jokowi tampak mencium tangan Gus Dur.
Peristiwa pertemuan itu menurut catatan digitalnya terekam pada Januari 2006 di Kraton Surakarta, beberapa bulan usai Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Melansir dari laman nu.or.id, baik Jokowi dan Gus Dur sama-sama mengenakan batik dalam pertemuan tersebut. Terjadi perbincangan ringan antara ke duanya.
Namun ada kisah menarik yang diungkapkan Hussein Syifa, ketua panitia Harlah ke-9 Gus Dur di Kota Solo pada Jumat (22/2/2019). Dia mengungkapkan bahwa dalam pertamuan 2006 tersebut, Gus Dur sempat menyebutkan bahwa Jokowi bakal menempati kepemimpinan tertinggi di negara ini, yakni Presiden RI.
"Saat itu bertemu dengan beberapa orang, termasuk di antaranya Pak Jokowi yang menjadi Wali Kota Solo," kata Hussein Syifa di Solo seperti yang dikutip dari nu.or.id.
Menurut Hussein, pada pertemuan tersebut Gus Dur sempat diminta jadi presiden lagi oleh Penddiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien. Dalam menanggapi permintaan tersebut, Gus Dur malah menyebut bahwa suatu saat Jokowi akan bisa menajdi presiden.
Baca Juga: Cara TikTok Cegah Seller Nakal
Bertahun kemudian benar saja, Jokowi terpilih menjadi Presiden RI selama dua periode sejak tahun 2014 lalu.