Perseteruan politik antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pernah meruncing akibat Perjanjian Batu Tulis.
Sebagai pengingat, saat itu Megawati sempat berjanji akan menyokong Prabowo sebagai calon presiden di Pemilihan Umum 2014. Namun semua berakhir menjadi janji kosong lantaran PDIP justru mengusung Joko Widodo di Pemilu 2014. Saat itu Jokowi baru 2 tahun menjalani peran sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Perjanjian Batu Tulis ini belakangan dikomentari oleh politikus senior PDIP, Panda Nababan. Menurut Panda, Perjanjian Batu Tulis pada dasarnya sulit diterapkan oleh PDIP.
"Aku tidak ikut dalam perundingan itu, tapi aku tanya Mega," kata Panda di kanal YouTube Total Politik, dikutip Suara Manado pada Jumat (25/11/2022).
"(Megawati bilang) 'Aduh Panda seperti kau tidak tahu ini partai, apa bisa saya gadaikan kedaulatan itu? Nggak mungkin lah saya bikin satu perjanjian untuk lima tahun ke depan'," sambungnya.
Menurut Panda, pembicaraan seperti yang tertulis di Perjanjian Batu Tulis memang benar adanya, termasuk janji dukungan Megawati bila Prabowo maju di Pemilu 2014. "Tetapi menjadi komitmen, itu tidak," tegasnya.
"Kepada teman-teman Gerindra juga sudah saya katakan, 'Ah ngarang kalian. Nggak ada perjanjian Batu Tulis'," lanjut Panda.
Karena itulah Panda menilai tidak seharusnya Prabowo dan Partai Gerindra sakit hati dengan sikap PDIP mengusung Jokowi di Pemilu 2014. Sebab menurut Panda, sejak semula memang tidak ada komitmen mengikat di antara Megawati dan Prabowo lewat Perjanjian Batu Tulis.
Panda juga menyebut, sejak semula Megawati tidak mempunyai keinginan untuk kembali mencalonkan diri di Pemilu 2014. Kepada Panda, Megawati mengaku sudah terlalu lanjut usia sekaligus malu dengan rekam jejaknya kalah sampai 3 kali di pemilihan presiden.
"Ceritanya ke saya, Ibu Mega bilang, 'Panda, apa kau pikir saya nggak tahu malu? Saya kan sudah 3 kali kalah, sekali sama Mas Dur (Gus Dur), dua kali sama SBY'," tutur Panda.
Panda Nababan sempat berusaha membakar lagi semangat Megawati untuk mencalonkan diri, tetapi presiden perempuan pertama di Indonesia tersebut tidak mau lagi mencalonkan diri.
"'Aduh Panda, aku udah nenek-nenek'. Dia bilang begitu. 'Apa kau pikir saya nggak tahu malu?' (Alasannya) masuk di akal," pungkas Panda.