Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menyebutkan bahwa kahadiran Presiden Joko Widodo di acara relawan akbar pada Sabtu (26/11/2022) memperlihatkan kekuatannya pada partai politik.
Menurut Hensat, Jokowi tengah berusaha memperlihatkan kekuatannya dengan ribuan relawan yang datang di acara silaurahmi akbar.
"Dari video yang beredar, Pak Jokowi mengatakan begini menurut Undang-undang hanya partai politik yang bisa menyalonkan, tapi kita kan bukan partai politik tapi kita punya kekuatan itu yang disampaikan Jokowi," kata Hensat.
"Dia mau bilang ke partai politik, saya punya kekuatan yang namanya relawan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hensat menyebutkan bahwa tampaknya Jokowi menjaga jarak dengan partai.
"Konteksnya Pak Jokowi kan kader PDIP, dia menjadi capres juga dari PDIP, kenapa kemudian dia seperti menjaga jarak dengan partai politik," ujar Hensat.
Hensat juga menyebutkan bahwa tampaknya Jokowi mulai merasa sejajar dengan PDIP dan partai-partai lain. Hal ini yang akhirnya membuat Jokowi luwes menyampaikan berbagai pendapatnya di acara partai.
"Saya ihat mungkin Pak merasa dirinya sejajar engan PDIP sama seperti pak Jokowi sejajar dengan partai lain," kata Hensat.
"Kenapa saya bilang sejajar, di ulang tahun Golkar kasih wejangan instruksi pendapat, kemudian di ulang tahun Partai Perindo pun begitu," imbuhnya.
Baca Juga: Heboh Foto Bola Piala Dunia 2022 Qatar "Al Rihla" Di-Charge Sebelum Dipakai Bertanding
Membalas pernyataan Hensat, Politikus PDIP Deddy Sitorus menyetukan bahwa Jokowi tak memiliki pemikiran lebih berkuasa atau sejajar dengan partai-partai.
"Saya tidak memandang itu dalam pikiran dia [Jokowi], tapi kita bisa memahami itu sebagai manusia sebagai insan politik yang memegang kekuasaan, jadi itu lah Jokowi," tuturnya.