Manado.suara.com - Belum lama ini, Iis Dahlia dikabarkan melakukan aksi yang tidak pantas kepada sang anak, Salshadilla Juwita yang tengah hamil tua.
Informasi tersebut disebarkan oleh kanal YouTube Fakta Artis yang diunggah pada Sabtu (10/6/2023) berjudul, “Memilukan salsa didorong iis dahlia sampai air ketubanya pecah ! Sungguh tega”.
Thumbnail dalam video tersebut juga menampilkan gambar Salsha yang terjatuh di lantai dan di sampingnya terdapat Iis Dahlia. Dalam thumbnail terlihat narasi yang bertuliskan, “IIS DAHLIA MENDORONG SALSA SAMA”.
Narasi dalam video tersebut menyebut jika wanita bernama Salsha yang saat ini tengah mengandung 7 bulan ditemukan jatuh ke lantai dalam kondisi ketuban pecah.
Hal tersebut lantaran Salsha didorong oleh ibundanya sendiri, Iis Dahlia. Diketahui, anak yang dikandung Salsha adalah anak dari ayah sambungnya alias suami dari Iis Dahlia.
Sempat takut dibunuh sang ibu, Salsha pun bertanya mengapa Iis Dahlia tega melakukan hal tersebut. Iis Dahlia yang mengetahui adanya hubungan terlarang antara Salsha dengan sang suami itu langsung meminta putrinya untuk menggugurkan kandungannya.
Namun, Salsha lebih mempertahankan anak yang dikandungnya sehingga memicu amarah Iis Dahlia dan merencanakan pembunuhan.
Lantas, benarkah Iis Dahlia mendorong Salsha hingga pecah ketubannya?
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 36 detik, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan Iis Dahlia tega mendorong sang putri yang tengah hamil hingga pecah ketuban. Foto yang terpampang pada thumbnail dan juga isi video juga merupakan foto editan dan tidak benar adanya.
Baca Juga: Putri Anne Ngelawak Sebut Dirinya Mirip Ikan Pari saat Pakai Hijab, Netizen: Dia Apa Adanya
Konten video yang diunggah oleh kanal YouTube Portal Jurnalis itu tergolong ke dalam konten False Connection alias koneksi yang salah. Berdasarkan penelusuran Manado.suara.com pada Senin (12/6/2023), berita mengenai Iis Dahlia yang mendorong Salsha hingga pecah ketuban adalah tidak benar alias hoaks.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].