Sejarah Berdirinya SD Xaverius Metro

Metro

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:30 WIB
Sejarah Berdirinya SD Xaverius Metro
Suster Fransisco

Pada tahun 1938 berdirilah Sekolah Misi di Metro yang dimulai oleh para pastor yang dibantu beberapa umat setempat memulai karyanya dibidang pendidikan. Mereka yang membantu diantaranya Bapak PC. Suhardi dan Bapak RG. Sutadi. Mereka memberikan pengajaran dan mendidik murid yang ada. 

Tetapi pada bulan Maret 1942 terjadi perubahan setelah Jepang ke Indonesia membawa dampak ku- rang baik dan ternyata berdampak pola Sekolah Misi di Metro. Sekolah Misi ditutup dan para pastor dan para suster diintenir oleh Jepang. Para misionaris yang diintenir oleh Jepang antara lain Pastor Neillen, Pastor Born, dan pastor  Van  Eik,  sedang  susternya yaitu Sr. Rufina dan Sr. Ana. Dengan demikian Sekolah Misi pada masa pendudukan Jepang untuk sementara ditutup. Selanjutnya pada Bulan Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu, memberikan  angin  segar bagi rakyat Indonesia. Sekutu memberi kebebasan.

Pada tahun 1946  Sekolah Misi dibuka kembali. Adapun lokasi sekolah tersebut berhadapan dengan gedung gereja sekarang. Guru yang mengajar yaitu Ibu Suharti dan Bapak Y. Nasen, dengan imbalan Rp 15,00 perbulan. Anak- anak Katholik secara khusus mendapat pembinaan iman. 

Perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajah belum berakhir, tahun 1949 terjadi Agresi Militer II tentara NICA datang ke Indonesia. Bagi para misionaris kesempatan ini digunakan untuk kembali memasuki wilayah Indonesia, termasuk Pastor Burenn yang datang ke Metro.  Pada tahun 1951 Pastor Tromp meneruskan kembali kegiatan pendidikan yang telah dirintis para pendahulu walaupun dalam suasana tidak tenang. Adapun bangunan sekolah terletak dekat makam umat Katholik sekarang, dan gedungnya merupakan hasil pembelian dari salah satu rumah penduduk, serta gedung balai paroki lama dipinjam untuk ruang belajar. 

Berdirnya Xaverius Metro

Pada tanggal 1 Agustus 1952 Sekolah  Rakyat (SR) Xaverius Metro berdiri dan saat itu Kantor Pusat Yayasan Xaverius berada di Keuskupan Palembang. Sekolah misi yang dikelola Pastor-pastor SCJ melebur di dalamnya sehingga kedudukan sekolah ini tampak kokoh. Para guru atau staf pe- ngajarnya antara lain Bapak PC Suhardi, Bapak JB Kismo Utomo, Bapak Darmo, Bapak Supriyo, Ibu Suharti, Ibu Saenah dan Ibu TH Sumarmi. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun 1953 diusahakan satu bangunan gedung baru tetapi masih jauh dari keadaan baik walaupun dindingnya sudah menggunakan bata merah. Pada tahun yang sama Suster-suster Hati Kudus telah ikut pula ambil bagian sebagai tenaga pendidik.

Dengan kehadiran Frater-frater BHK di Metro pada tahun 1955 membuat suasana berubah, pen- didikan lebih mendapat perhatian lagi secara khusus. Frater-frater BHK pegangan pendidikan anak laki-laki maka lahirlah SR Xaverius Putra . Sedang pendidikan untuk anak-anak perempuan diserah- kan kepada Suster-suster Hati Kudus  maka  lahirlah SR Xaverius Putri.

Jika melihat dari peninggalan bangunan SR Xaverius Putra ini membelakangi bangunan SR Xaverius Putri dan sampai saat ini letak bangunan masih  asli  belum ada perubahan. Para guru yang mengajar di SR Xaverius Putra saat itu antara lain: Fr. Higinus, Fr.Aqiles, Bapak ST Saidi, Bapak Suwoto, Bapak AY Kemidin, Bapak Sularto, Bapak Tugiyo dan Bapak Wagimin. Sedang SR Xaverius Putri para guru SR Xaverius yang lama yaitu Bapak JB Kismo Utomo, Ibu Suharti, dan para suster Hati Kudus. Pada tahun 1958 sebagian guru SR Xaverius dipindah tugaskan mengajar pada sekolah negeri dengan guru pemerin-tah (negeri).

Pada perkembangannya Tarekat Frater BHK di Lampung ini tidak dapat bertahan, hal itu berdampak pada sekolah yang dikelolanya. Dengan pindahnya Frater-frater BHK pada tahun 1967 maka untuk ke- lanjutan pengelolaan sekolah yang dipimpinnya (SR Xaverius Putra) menyerahkan kepada Suster-suster Hati Kudus yang mengelola SR Xaverius Putri. Dengan semangat misi visi tarekat, Suster-suster Hati Kudus ini, menerima keputusan itu dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Guna memudahkan pengelolaan selanjutnya maka pemisahan atas jenis kelamin yang ditiadakan, SR Xaverius Putra dan SR Xaverius Putri digabung menjadi satu dengan nama SR Xaverius (SD Xaverius) hingga saat ini yang berinduk pada Yayasan Xaverius Keuskupan Tanjung Karang. Sejak perubahan dari SR sekolah rakyat mejadi SD (Sekolah Dasar), SD Xaverius sudah banyak mengalami pergantian kepala sekolah.

Keberadaan SD Xaverius Metro bukan hanya sekedar satuan pendidikan yang memberikan kegiatan belajar mengajar. Namun jika kita cermati bersama, keberadaannya merupakan saksi terhadap perkembangan pendidikan yang ada di Kota Metro, terutama pada masa kolonisasi. Sejak masa kolo-nisasi SD Xaverius Metro telah memberikan sumbangsih terhadap terselenggaranya pendidikan bagi anak-anak di Metro. Usia SD Xaverius yang hampir sama dengan usia Kota Metro menyimpan banyak catatan sejarah yang sangat berguna bagi penentu arah kebijakan pendidikan di masa kini serta masa

Tri Susiwati (Guru SMP 6 Metro)

Berdirnya Xaverius Metro

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut

Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:33 WIB

Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:26 WIB

KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional

KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum

Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun

Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun

Bali | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus

Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta

Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:46 WIB

17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?

17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural

Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:36 WIB

×