Kala Kopi dan Dangdut Menggoyang New York

Metro | Suara.com

Senin, 13 Juni 2022 | 13:55 WIB
Kala Kopi dan Dangdut Menggoyang New York
Kemenparekrah

Metro, Suara.com- Nama Café Dangdut terdengar sangat Indonesia. itulah alasan Fitri Carlina, seorang penyanyi yang besar melalui musik dangdut bersama rekannya, Dina Fatimah dan Roy Sembiring mendirikan Café Dangdut di Long Island City, New York, Amerika Serikat. Bersama Dini, atau yang dikenal dengan panggilan Eski, Fitri melihat bahwa budaya Indonesia sangat layak dan potensial untuk diperkenalkan di Amerika.

“Ide mendirikan Café Dangdut  muncul setahun yang lalu, tepatnya awal Maret. Saat itu, kebetulan saya juga tampil di acara Super Bowl Week. Dari situ, nama ‘dangdut’ sedikit demi sedikit mulai dikenal.  Lalu, terpikir untuk membuat coffee shop bernuansa dangdut di New York bersama Eski yang juga terlibat dalam acara Super Bowl Week. Dalam waktu sebulan, kami memikirkan ide, logo, dan menyiapkan coffee truck. Akhirnya pada September, Café Dangdut soft launching. Saat itu kami masih menggunakan coffee truck dan booth,” jelas Fitri.

Kebetulan, imbuh Eski, setelahnya ada acara Indopop Movement, sebuah organisasi atau yayasan yang bertujuan untuk membantu dan mendukung potensi Indonesia, baik kuliner, fesyen, budaya, di Amerika, khususnya New York. Momentum ini dimanfaatkan oleh Fitri dan Eski untuk mempromosikan Café Dangdut di depan Time Square.

“Akhirnya, setelah berjalan beberapa bulan dengan mengikuti bazar dan festival di sana-sini, kami memutuskan untuk membuka Café Dangdut secara permanen di Long Island City. Sambutannya cukup bagus. Bahkan antrean orang yang ingin mencoba kopi di Café Dangdut sangat panjang. Mas Menteri (Sandiaga Uno) juga sudah datang ke Café Dangdut. Rasanya tidak menyangka bisa seperti ini,” tambah Eski.

Meski sudah memiliki toko permanen, Fitri dan Eski memutuskan untuk terus melakukan mempromosikan Café Dangdut dengan coffee truck selama  setahun. Tujuannya, kata Fitri, untuk menarik lebih banyak orang dan membuat penasaran warga sekitar.

“Sampai saat ini, Café Dangdut masih menggunakan coffee truck dalam rangka promosi kopi. Kami membagikan kopi secara gratis kepada customer yang datang,” lanjut Eski.

Sambil promosi, proses pengurusan izin dan inovasi menu terus dilakukan. Pelan-pelan, Fitri dan Eski mencari barista dari Diaspora karena ingin memperlihatkan kepada warga sekitar tentang hospitality yang ramah khas Indonesia. Sempat menemukan beberapa kendala, tapi Fitri dan Eski bisa menyelesaikannya dengan baik.

“Beruntung Diaspora di sini sangat suportif. Banyak pengusaha swasta dan owner kafe Indonesia lainnya juga yang mendukung kehadiran Café Dangdut. Kami mendirikan Café Dangdut di New York bukan untuk menjadi saingan, tapi justru untuk menambah khasanah kuliner Indonesia di Amerika,” ujar Fitri.

Diakui juga oleh Fitri dan Eski, mendirikan tempat makan di New York harus siap menerima syarat dan izin yang cukup ketat dari pemerintah setempat. Café Dangdut berkomitmen untuk menjaga kualitas bahan baku. Namun, masalah distribusi dan logistik harus dihadapi oleh Fitri dan Eski dan cukup berpengaruh pada harga makanan dan minuman serta ketersediaan supply di Café Dangdut.

“Sebenarnya kami sudah banyak melakukan audiensi ke berbagai pihak, mulai dari pemerintah setempat di Chicago dan lembaga Indonesia terkait mengenai kendala logistik. Karena masalahnya bahan baku dan sangat penting. Jika biasanya bahan baku bisa tiba 2 bulan, kini harus menunggu bahkan sampai 4 bulan. Akhirnya ada beberapa bahan baku yang kami hand carry agar bisa stabil antara supply dan demand-nya,” ucap Eski.

Meskipun banyak kendala yang menghampiri, Fitri dan Eski mengaku puas dengan apa yang sudah mereka capai bersama Café Dangdut. Hampir 70% pembeli di Café Dangdut adalah warga lokal, sesuai dengan target mereka. Lokasi Café Dangdut yang cukup strategis dan mudah ditemukan membuat Café Dangdut mudah ditemukan. Cafe Dangdut berada di lingkungan anak-anak muda dan hipster elit, dekat dengan stasiun, kampus, serta tempat nongkrong anak-anak muda dan komunitas warga Indonesia. 

“Rata-rata suka dengan cita rasa kopi Indonesia yang manis, khususnya kopi Gayo. Kami juga menjual kopi lainnya, seperti kopi luwak, kopi dari Papua dan daerah lainya. Warga lokal sini penasaran dengan jenis-jenis kopi dari Indonesia,” imbuh Fitri.

Dengan adanya Café Dangdut di New York, Fitri dan Eski berharap bisa memperkenalkan Indonesia. Tidak hanya dengan kopi dan hidangan saja, tetapi juga dengan budaya dan lifestyle Indonesia. Selain kopi dan beberapa kudapan khas Indonesia, Café Dangdut memperkenalkan musik dangdut dan fesyen Indonesia melalui brand Plus 62. Fitri dan Eski ingin hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia menjadi mainstream dengan langkah awal memperkenalkannya melalui Café Dangdut.

“Meskipun namanya dangdut, Café Dangdut kami tampilkan dengan konsep kontemporer. Bisa membawa nama dangdut hingga ke New York, seperti hal yang mustahil, tapi ternyata bisa kami lakukan,” ujar Fitri.

Melalui serangkaian pencapaian ini, Fitri dan Eski berharap Café Dangdut bisa bertahan di New York. Saat ini, Fitri dan Eski tengah berkomunikasi dengan beberapa investor. Jika tidak ada kendala, Café Dangdut juga akan hadir di New Jersey dan negara lain seperti Singapura serta Filipina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resep Butterscotch Sea Salt Latte Ala Fore Coffee, Ternyata Buatan Vidi Aldiano

Resep Butterscotch Sea Salt Latte Ala Fore Coffee, Ternyata Buatan Vidi Aldiano

Lifestyle | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:15 WIB

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:44 WIB

Viral Kedai Kopi Pakai Nama Wanita untuk Menu Hingga Singkatan Kontroversial, Klarifikasinya Dihujat

Viral Kedai Kopi Pakai Nama Wanita untuk Menu Hingga Singkatan Kontroversial, Klarifikasinya Dihujat

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 08:07 WIB

ICE Suntik OKX USD 25 Miliar, Siap Boyong Saham NYSE ke Blockchain

ICE Suntik OKX USD 25 Miliar, Siap Boyong Saham NYSE ke Blockchain

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:15 WIB

Di Balik Secangkir Kopi: Mengapa Ngopi Jadi Ruang Favorit Bertukar Ide?

Di Balik Secangkir Kopi: Mengapa Ngopi Jadi Ruang Favorit Bertukar Ide?

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:30 WIB

Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan

Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan

Your Say | Senin, 02 Maret 2026 | 15:27 WIB

Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?

Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:10 WIB

Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta

Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 11:03 WIB

Bolehkah Minum Kopi saat Buka Puasa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Bolehkah Minum Kopi saat Buka Puasa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:00 WIB

Aksi Brutal di Kemang: 4 Pria Diduga Mabuk Ngamuk di Kafe, Pengunjung dan Karyawan Babak Belur

Aksi Brutal di Kemang: 4 Pria Diduga Mabuk Ngamuk di Kafe, Pengunjung dan Karyawan Babak Belur

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo

Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo

Bri | Selasa, 17 Maret 2026 | 04:55 WIB

Tutorial Wangi Bunga Sepanjang Hari: Biar Bau Opor Gak Nempel di Baju Lebaran Kamu

Tutorial Wangi Bunga Sepanjang Hari: Biar Bau Opor Gak Nempel di Baju Lebaran Kamu

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 04:11 WIB

Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur

Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur

Sumsel | Selasa, 17 Maret 2026 | 00:23 WIB

Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini

Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini

Lampung | Selasa, 17 Maret 2026 | 00:11 WIB

Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini

Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini

Jakarta | Selasa, 17 Maret 2026 | 00:03 WIB

Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel

Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel

Lampung | Senin, 16 Maret 2026 | 23:48 WIB

Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan

Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan

Sumsel | Senin, 16 Maret 2026 | 23:32 WIB

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

News | Senin, 16 Maret 2026 | 23:24 WIB

Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic

Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 23:05 WIB

48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan

48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan

Jakarta | Senin, 16 Maret 2026 | 22:57 WIB