Desa Wisata Bugisan Kembangkan Travel Patern

Metro

Sabtu, 02 Juli 2022 | 00:01 WIB
Desa Wisata Bugisan Kembangkan Travel Patern
Kemenparekraf

Metro, Suara.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan menyiapkan sebuah travel pattern atau pola perjalanan wisatawan ke Candi Plaosan yang masuk dalam ekosistem pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur.

"Candi Plaosan ini menjadi destinasi wisata unggulan yang masuk dalam ekosistem Borobudur. Nanti akan kami kembangkan travel pattern dari Borobudur. Karena tidak terlalu jauh, umurnya sama, dan juga menampilkan kearifan lokal dan relief-relief menggambarkan kondisi masyarakat kita yang penuh dengan kearifan lokal 1.200 tahun yang lalu,” kata Menparekraf Sandiaga di sela-sela visitasi 50 besar ADWI 2022, di Desa Wisata Bugisan, Jumat (1/7/2022).

Candi Plaosan yang terletak di Desa Wisata Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki aksesibilitas yang mudah dijangkau, sebab lokasinya berada di dekat pusat kota Yogyakarta dan hanya memakan waktu sekitar 45 menit berkendara.

Lewat dikembangkannya travel pattern, Menparekraf Sandiaga berharap Candi Plaosan dapat memberikan pengalaman berwisata yang lebih berkualitas bagi wisatawan sesuai dengan tren wisata ke depan yang bersifat personalize, customize, localize, dan smaller in size. Selain juga menjadi alternatif dalam menyikapi permintaan kunjungan wisatawan yang tinggi ke kawasan wisata Candi Borobudur. 

"Jadi kita pastikan 20 juta wisatawan yang datang ke Borobudur ini juga melambung ke Klaten untuk bisa mengunjungi Desa Wisata Bugisan," katanya.

Candi Plaosan ini biasa disebut dengan Candi Kembar, karena terdapat dua candi yang dalam sejarahnya dibangun oleh raja keenam kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk dipersembahkan kepada salah seorang permaisurinya bernama Pramudyawardani.

Keduanya memiliki perbedaan agama. Raja Rakai Pikatan beragama Hindu sementara permaisurinya Pramudyawardani beragama Buddha. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang, justru semakin memperkuat cinta mereka.

Kisah ini pun tergambar jelas pada relief-relief yang ada di Candi Plaosan. Maka tidak heran jika Candi Plaosan ini mengisyaratkan berbagai aspek kehidupan seperti alam, budaya, toleransi, dan keagamaan.

Selain Candi Plaosan yang menjadi objek wisata utama, Desa Wisata Bugisan juga memiliki daya tarik di bidang kesenian yang masih melekat kuat di masyarakat lokal hingga sekarang. Berupa kesenian musik tradisional karawitan (gamelan), Pring Sedapur (alat musik asli Bugisan yang terbuat dari rumpun pohon bambu), Gejlog lesung (lesung sendiri merupakan alat yang digunakan masyarakat zaman dahulu untuk menumbuk padi), hingga aksara jawa yang dikenal juga dengan Hanacaraka. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wisata Berbasis Komunitas di Desa Wisata Semen Blitar

Wisata Berbasis Komunitas di Desa Wisata Semen Blitar

Metro | Kamis, 30 Juni 2022 | 08:00 WIB

6 Destinasi Ekowisata Lokal, Hidden Gem yang Jadi Buruan Para Wisatawan

6 Destinasi Ekowisata Lokal, Hidden Gem yang Jadi Buruan Para Wisatawan

Lifestyle | Rabu, 29 Juni 2022 | 15:38 WIB

ITB Teliti Kandungan Madu di Desa Wisata Mekarwangi

ITB Teliti Kandungan Madu di Desa Wisata Mekarwangi

Tantrum | Rabu, 29 Juni 2022 | 11:29 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×