Di Forum WAIPA, Parlemen Indonesia Jelaskan Perannya dalam Pemulihan Pandemi yang Responsif Gender

Metro Suara.Com
Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:17 WIB
Di Forum WAIPA, Parlemen Indonesia Jelaskan Perannya dalam Pemulihan Pandemi yang Responsif Gender
Dyah Roro Hesti (Suara.com)

Metro, Suara.com- Anggota Delegasi Parlemen Indonesia untuk Pertemuan Antarparlemen Perempuan ASEAN (WAIPA), Dyah Roro Esti Widya Puteri berbagi wawasan tentang peran DPR dalam mendorong pemulihan responsif gender dan pandemi Covid-19 dalam Rapat Virtual Komite Koordinasi Perempuan Anggota Parlemen ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA).

Dyah menilai pandemi Covid-19 telah memperburuk kerentanan yang sudah ada terhadap perempuan. Karenanya kesetaraan gender dinilai penting untuk menciptakan dunia yang inklusif.

"Jika tidak dilaksanakan, masyarakat hanya akan melihat ketimpangan sosial ekonomi yang lebih besar di antara kelompok-kelompok yang diperparah oleh pandemi serta konflik yang terjadi di dunia kita saat ini," kata Dyah saat rapat Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (30/8/2022).

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu menegaskan kesetaraan gender sebagai hal penting dalam berbagai instrumen hak asasi manusia, termasuk Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN dan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan.

Dyah menyoroti pasal 2 dan 7 dalam konvensi tersebut yang dinilai berkaitan karena anggota parlemen perempuan memiliki peran dalam menentukan dan merumuskan kebijakan yang responsif gender melalui fungsi legislasi.

Politisi fraksi Partai Golkar itu memastikan Indonesia sangat berkomitmen untuk menjamin partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam kehidupan publik dan politik.

"Saat ini, ada 123 anggota parlemen perempuan di DPR dan kami sangat yakin jumlah itu akan meningkat pada periode parlemen berikunya," tambahnya.

Pada acara yang diikuti oleh 30 delegasi dari negara-negara di ASEAN itu, Dyah menjelaskan peran perempuan dalam penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program tersebut, kata dia, pemerintah telah mengalokasikan Rp455,62 triliun pada 2022 untuk memulihkan aspek ekonomi, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Dyah menjelaskan skema pemulihan ekonomi, pemerintah menganggarkan Rp178,32 triliun, termasuk untuk mendukung usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan 64 persen pelakunya adalah perempuan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah-langkah seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), program vaksinasi Covid-19, program Kartu Prakerja, dan Program Kartu Harapan.

Baca Juga: Menaker Dukung Percepatan RUU PPRT Menjadi Undang-undang

"Pada kerja sama yang efektif di tingkat nasional, negara telah menunjukan kemajuan dalam mengadopsi langkah-langkah pemulihan yang akan bermanfaat bagi perempuan. Namun, kerja sama antarnegara tetap penting," tutur Dyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI